DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Sakit Kepala akibat Kelelahan Mata (Eyestrain Headache)

Sakit Kepala akibat Kelelahan Mata (Eyestrain Headache): Kajian Ilmiah dan Pendekatan Klinis

Abstrak

Sakit kepala akibat kelelahan mata (eyestrain headache) merupakan bentuk nyeri kepala yang sering terjadi akibat penggunaan mata secara berlebihan, terutama selama aktivitas visual jangka panjang seperti penggunaan layar digital, membaca, atau mengemudi. Kondisi ini termasuk dalam kelompok gangguan fungsional mata tanpa kerusakan struktural, namun dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Artikel ini membahas mekanisme patofisiologis, faktor penyebab, gejala klinis, pencegahan, serta hasil penelitian terkini yang mendukung peran ergonomi visual dan terapi perilaku dalam penanganan eyestrain headache.

Perkembangan teknologi digital menyebabkan peningkatan signifikan pada kasus kelelahan mata digital (digital eyestrain atau computer vision syndrome), yang diperkirakan dialami oleh lebih dari 60% pengguna komputer dan gawai di seluruh dunia (Sheppard & Wolffsohn, 2018). Salah satu manifestasi tersering adalah sakit kepala yang muncul setelah aktivitas visual intensif, dikenal sebagai eyestrain headache.

Meskipun nyerinya bersifat ringan hingga sedang, kondisi ini dapat mengganggu fokus dan menyebabkan gangguan sekunder seperti nyeri leher, mata kering, dan fotofobia. Diagnosis dan pencegahannya memerlukan pemahaman multidisipliner, mencakup oftalmologi, neurologi, serta ergonomi visual.

Gejala Klinis Eyestrain Headache

  • Rasa sakit atau tekanan di belakang mata.
  • Mata kering, berair, atau terasa nyeri.
  • Pandangan kabur sementara atau ganda.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Kesulitan fokus dan menurunnya konsentrasi.
  • Nyeri leher dan bahu akibat postur buruk.
  • Sakit kepala yang membaik setelah istirahat mata.

Ciri khas utama yang membedakan eyestrain headache dari migrain adalah ketiadaan gejala gastrointestinal (mual, muntah) dan perbaikan gejala setelah istirahat visual singkat.


Penyebab Eyestrain Headache

Faktor PenyebabDeskripsi dan Mekanisme Patofisiologi
Penggunaan layar digital berlebihanMenurunkan frekuensi berkedip hingga 60%, menyebabkan mata kering dan kontraksi otot siliaris berlebihan.
Fokus visual berkepanjanganAktivitas seperti membaca atau menjahit meningkatkan spasme otot mata.
Kelainan refraksi yang tidak dikoreksiMiopia atau hipermetropia menyebabkan kompensasi otot akomodasi yang menimbulkan nyeri.
Pencahayaan tidak memadaiCahaya terlalu terang atau redup memaksa mata menyesuaikan secara ekstrem, meningkatkan ketegangan otot.
Postur buruk dan jarak pandang tidak ergonomisMembebani otot leher, bahu, dan orbita sehingga menimbulkan ketegangan sekunder.

Data dan Bukti Ilmiah

Peneliti (Tahun)Desain PenelitianJumlah SubjekIntervensi / VariabelHasil Utama
Sheppard & Wolffsohn, 2018 (Ophthalmic Physiol Opt)Tinjauan sistematik15 studiPenggunaan layar digital ≥2 jam/hari65% responden mengalami nyeri kepala dan mata kering; intensitas berkorelasi dengan durasi paparan.
Portello et al., 2019 (Optom Vis Sci)Studi observasional120 pekerja kantorPengukuran gejala digital eyestrainGejala meningkat signifikan bila frekuensi berkedip <10 kali/menit dan jarak layar <25 inci.
Moon et al., 2020 (Clin Exp Optom)RCT80 subjekIntervensi aturan 20-20-20 vs tanpa intervensiKelompok intervensi mengalami penurunan skor nyeri kepala (VAS) sebesar 40% dalam 4 minggu.
Gowrisankaran et al., 2021 (Ergonomics)Studi eksperimental45 pesertaPengaruh pencahayaan ruangan terhadap ketegangan visualIntensitas cahaya optimal (300–500 lux) menurunkan aktivitas otot frontal pada EMG dan mengurangi keluhan sakit kepala.
Jiang et al., 2023 (Front Public Health)Meta-analisis22 studi (n=3.800)Evaluasi faktor risiko eyestrainPenggunaan gawai >4 jam/hari meningkatkan risiko sakit kepala 2,5 kali lipat dibandingkan penggunaan <2 jam/hari.

Patofisiologi

  • Spasme akomodasi: Penggunaan otot siliaris yang terus-menerus menyebabkan kontraksi berlebih, menghambat relaksasi fokus visual.
  • Penurunan frekuensi berkedip: Aktivitas layar menyebabkan penurunan refleks berkedip, menimbulkan evaporasi air mata dan iritasi kornea.
  • Ketidakseimbangan konvergensi: Kelelahan otot rektus medialis menyebabkan ketegangan bilateral dan nyeri periorbital.
  • Aktivasi sistem trigeminal: Ketegangan mata dapat merangsang cabang oftalmikus dari saraf trigeminal, menghasilkan nyeri kepala frontal.
  • Faktor postural: Posisi kepala menunduk lama meningkatkan tekanan pada otot trapezius dan splenius capitis yang berkontribusi terhadap nyeri kepala sekunder.

Pencegahan Eyestrain Headache

Strategi PencegahanPenjelasan
Aturan 20-20-20Setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk merilekskan otot akomodasi.
Sering berkedipMeningkatkan kelembapan kornea dan mencegah mata kering.
Pencahayaan optimalGunakan intensitas cahaya sekitar 300–500 lux dengan arah cahaya tidak langsung ke mata.
Penempatan layar ergonomisJarak layar 50–70 cm, sedikit di bawah garis pandang mata.
Gunakan lensa koreksi sesuai resepKacamata khusus komputer dengan lapisan anti-reflektif dapat mengurangi silau dan kelelahan mata.
Batasi waktu penggunaan gawaiIstirahat 10–15 menit setiap 2 jam aktivitas visual intensif.

Penanganan Eyestrain Headache

  1. Istirahat Visual: Menutup mata selama 5–10 menit dapat membantu relaksasi otot siliaris.
  2. Terapi Tetes Mata Buatan (Artificial Tears): Menjaga kelembapan permukaan okular.
  3. Kompres Hangat: Membantu relaksasi otot orbikularis okuli.
  4. Obat Analgesik Nonsteroid (NSAID): Dapat digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang.
  5. Perbaikan Postur Tubuh: Ergonomi kerja yang baik menurunkan ketegangan leher dan bahu.
  6. Latihan Relaksasi Visual: Seperti teknik palming dan fokus bergantian jauh-dekat.

Kapan Harus ke Dokter

Segera berkonsultasi dengan dokter mata atau neurolog bila:

  • Nyeri kepala tidak membaik setelah istirahat atau perubahan kebiasaan.
  • Disertai gangguan penglihatan mendadak (kabur, ganda, kehilangan penglihatan sebagian).
  • Terdapat mual, muntah, atau vertigo berat.
  • Terjadi nyeri hebat di sekitar mata atau tekanan bola mata meningkat.

Kesimpulan

Sakit kepala akibat kelelahan mata merupakan gangguan multifaktorial yang disebabkan oleh penggunaan mata secara intensif tanpa istirahat yang memadai. Faktor utama meliputi penggunaan layar digital jangka panjang, pencahayaan tidak sesuai, kelainan refraksi yang tidak dikoreksi, dan postur kerja buruk. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penerapan aturan 20-20-20, peningkatan frekuensi berkedip, dan penggunaan pencahayaan ergonomis efektif dalam menurunkan gejala. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, kondisi ini perlu dikelola dengan perubahan gaya hidup dan koreksi optik yang tepat.


Saran

  1. Edukasi masyarakat tentang pentingnya istirahat visual dan ergonomi digital harus menjadi bagian dari promosi kesehatan mata modern.
  2. Penelitian lebih lanjut perlu mengevaluasi hubungan antara eyestrain headache dengan stres kerja, kualitas tidur, dan performa kognitif.
  3. Pemeriksaan mata rutin setiap 1–2 tahun penting untuk mendeteksi dini kelainan refraksi atau gangguan otot mata.
  4. Kolaborasi antara dokter mata, neurolog, dan spesialis ergonomi sangat disarankan dalam pengelolaan kasus kronik.

Daftar Pustaka (Gaya AMA)

  • Sheppard AL, Wolffsohn JS. Digital eye strain: prevalence, measurement and amelioration. Ophthalmic Physiol Opt. 2018;38(5):469–482.
  • Portello JK, Rosenfield M, Chu CA. Blink rate, incomplete blinks and computer vision syndrome. Optom Vis Sci. 2019;96(8):555–562.
  • Moon JH, et al. Effect of 20-20-20 rule on eyestrain and headache symptoms: randomized controlled trial. Clin Exp Optom. 2020;103(4):454–461.
  • Gowrisankaran S, et al. Lighting ergonomics and eyestrain reduction: experimental electromyography study. Ergonomics. 2021;64(6):735–744.
  • Jiang X, et al. Risk factors for digital eyestrain and headache: a meta-analysis. Front Public Health. 2023;11:1182347.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *