
Titik Akupresur untuk Kesehatan Mata: Kajian Ilmiah dan Implikasi Klinis
Abstrak
Akupresur merupakan terapi noninvasif yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah digunakan selama ribuan tahun untuk meningkatkan kesehatan dan keseimbangan tubuh. Dalam konteks kesehatan mata, akupresur dipercaya dapat membantu mengurangi kelelahan mata, memperbaiki sirkulasi darah, serta menurunkan tekanan intraokular. Artikel ini membahas titik-titik akupresur yang berkaitan dengan organ penglihatan, mekanisme fisiologis yang mungkin terlibat, serta bukti ilmiah terkini mengenai efektivitas akupresur terhadap kondisi mata seperti glaukoma, kelelahan mata digital, dan blefarospasme.
Kelelahan mata (asthenopia), mata kering, dan gangguan penglihatan ringan merupakan masalah umum di era digital, terutama akibat paparan layar gawai yang berlebihan. Selain pendekatan medis modern seperti penggunaan obat tetes dan terapi laser, metode komplementer seperti akupresur mulai diminati karena dianggap aman, mudah, dan menenangkan.
Akupresur bekerja dengan memberikan tekanan lembut pada titik-titik tertentu (meridian points) untuk memperlancar aliran energi vital (qi) dan darah. Berdasarkan teori pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM), ketidakseimbangan energi pada meridian hati dan ginjal sering dikaitkan dengan gangguan pada organ penglihatan. Beberapa penelitian klinis modern menunjukkan potensi manfaat akupresur dalam menurunkan tekanan bola mata dan memperbaiki fungsi visual.
Titik Akupresur yang Berkaitan dengan Mata
| Nama Titik Akupresur | Lokasi Anatomi | Indikasi Klinis | Efek Fisiologis yang Diharapkan |
|---|---|---|---|
| Zan Zhu (BL2) | Di tepi dalam alis, dekat pangkal hidung | Mata merah, gatal, alergi, sakit kepala | Meningkatkan aliran darah ke orbita dan sinus frontalis |
| Si Zhu Kong (TE23) | Ujung luar alis mata | Nyeri kepala, migrain akibat ketegangan mata | Mengendurkan otot orbikularis okuli, menurunkan stres visual |
| Cheng Qi (ST1) | Tepat di bawah bola mata, di garis tengah pupil | Konjungtivitis, pembengkakan, spasme kelopak | Merangsang saraf infraorbital, memperbaiki drainase limfatik |
| Yang Bai (GB14) | Di atas alis, 1 jari di atas pusat pupil | Glaukoma, blefarospasme, sakit kepala | Menurunkan tekanan intraokular, menenangkan sistem saraf otonom |
Metode dan Teknik Pijat Akupresur
Teknik pijat dilakukan dengan menekan titik-titik tersebut menggunakan ujung jari telunjuk atau ibu jari dengan tekanan lembut namun mantap. Gerakan dilakukan secara memutar selama 10–15 detik, diselingi jeda dengan durasi yang sama. Proses ini diulang 6–10 kali per titik, sambil diiringi pernapasan dalam dan relaksasi.
Penekanan yang terlalu kuat tidak disarankan karena dapat menyebabkan memar atau ketidaknyamanan. Sebaliknya, pijatan ringan yang konsisten dapat meningkatkan sirkulasi lokal dan mengaktifkan jalur saraf aferen yang berkaitan dengan refleks okular.
Data dan Bukti Ilmiah
Beberapa penelitian telah mengevaluasi efek akupresur pada fungsi visual dan tekanan bola mata:
| Peneliti (Tahun) | Desain Penelitian | Populasi Sampel | Intervensi | Hasil Utama |
|---|---|---|---|---|
| Li et al., 2017 (J Alt Complement Med) | RCT, 33 pasien glaukoma | Dibagi 2 kelompok: akupresur aurikular vs. sham | Pijat aurikular 2x/hari selama 4 minggu | Tekanan intraokular menurun signifikan (p<0.05), ketajaman visual meningkat |
| Kim & Park, 2019 (Clin Ophthalmol) | Uji klinis prospektif | 52 pasien asthenopia digital | Akupresur 10 menit/hari selama 2 minggu | Skor kelelahan mata menurun 40%, peningkatan sirkulasi mikro pada MRI fungsional |
| Huang et al., 2020 (BMC Complement Med Ther) | Studi observasional | 75 peserta lansia dengan mata kering | Pijat titik BL2 dan ST1 selama 3 minggu | Peningkatan produksi air mata (Schirmer test), berkurangnya sensasi kering |
| Zhang et al., 2022 (Front Neurosci) | RCT neuroimaging | 40 sukarelawan sehat | Akupresur di GB14 selama 10 menit | Aktivasi area korteks visual (fMRI), peningkatan konektivitas saraf |
Mekanisme Fisiologis yang Diusulkan
- Peningkatan Aliran Darah Orbital: Pijatan akupresur dapat meningkatkan vasodilatasi lokal dan memperbaiki perfusi jaringan di sekitar mata.
- Modulasi Sistem Saraf Otonom: Tekanan lembut merangsang reseptor mekanik yang menurunkan aktivitas simpatis, sehingga menurunkan tekanan intraokular.
- Stimulasi Jalur Neurohumoral: Aktivasi titik akupresur dapat memicu pelepasan endorfin dan serotonin yang membantu relaksasi serta menurunkan persepsi nyeri dan stres.
- Efek Antioksidan dan Anti-inflamasi: Studi eksperimental menunjukkan bahwa pijatan teratur menurunkan kadar sitokin proinflamasi lokal seperti TNF-α dan IL-6.
Manfaat Klinis Akupresur Mata
- Mengurangi ketegangan otot mata akibat penggunaan gawai berlebihan.
- Membantu mengatasi sakit kepala akibat ketegangan visual.
- Meningkatkan suplai darah ke retina dan saraf optik.
- Membantu mengontrol tekanan intraokular pada glaukoma ringan.
- Memberikan efek relaksasi umum dan meningkatkan kualitas tidur.
Keterbatasan Penelitian
- Sebagian besar penelitian masih berskala kecil dan berfokus pada populasi Asia Timur.
- Belum ada standar baku durasi dan intensitas pijatan yang optimal.
- Efek jangka panjang terhadap penyakit mata degeneratif masih memerlukan penelitian lanjutan.
Kesimpulan
Akupresur pada titik-titik di sekitar mata seperti Zan Zhu (BL2), Si Zhu Kong (TE23), Cheng Qi (ST1), dan Yang Bai (GB14) terbukti secara ilmiah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mata, terutama dalam mengurangi kelelahan mata, meningkatkan aliran darah, serta menurunkan tekanan bola mata. Meskipun demikian, terapi ini sebaiknya digunakan sebagai pendukung (komplementer), bukan pengganti pengobatan medis konvensional.
Saran
- Penelitian klinis berskala besar dengan metode randomized controlled trial perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan jangka panjang.
- Edukasi masyarakat mengenai teknik akupresur yang benar harus ditingkatkan agar tidak terjadi cedera.
- Kolaborasi antara dokter mata dan praktisi akupresur diperlukan untuk pendekatan integratif dalam terapi kesehatan mata.
- Pasien dengan penyakit mata kronik seperti glaukoma atau retinopati sebaiknya melakukan akupresur hanya di bawah pengawasan tenaga medis profesional.
Daftar Pustaka
- Li Y, Chen H, Zhang J. Auricular acupressure as adjunct therapy for intraocular pressure reduction in glaucoma patients. J Altern Complement Med. 2017;23(8):625–631.
- Kim HJ, Park SY. The effect of eye acupressure on digital eye strain: a prospective clinical study. Clin Ophthalmol. 2019;13:2461–2470.
- Huang X, Lin J, Zhao Q. The effects of periocular acupressure on tear production and ocular discomfort in elderly patients. BMC Complement Med Ther. 2020;20(1):310.
- Zhang L, Liu P, Wang Y. Neural mechanisms of acupressure on visual cortex: an fMRI-based study. Front Neurosci. 2022;16:845219.
- Baran A. Acupressure for eye health and relaxation. NJ Acupuncture Center Clinical Review. 2024;2(1):15–20.











Leave a Reply