6 Gejala Yang Terjadi pada Anak dengan Gangguan Leukemia

1516618303278-10.jpgLeukemia adalah kanker sel darah putih atau leukosit. Kanker ini menyerang sumsum tulang karena disanalah leukosit diproduksi. Akibat kanker ini, maka sumsum tulang didominasi oleh sel-sel kanker tersebut, akibatnya fungsi sumsum tulang terganggu. Sumsum tulang terletak di rongga tulang yang berfungsi sebagai tempat produksi komponen-komponen darah, seperti sel darah merah, trombosit dan sel darah putih. Penyakit leukemia menyebabkan fungsi sumsum tulang terganggu, sehingga seluruh kegiatan produksi darah (hematopoesis), yaitu : pembetukan sel darah merah (eritropoesis), pembentukan sel limfosit (limfopoesis), pembentukan trombosit (trombopoesis) dan granulopoesis mengalami gangguan. Anak yang menderita sakit ini akan mengalami anemia, mudah mengalami perdarahan dan mudah terkena infeksi.

Pada anak, adanya leukemia sering kali terdeteksi secara tidak sengaja, yaitu baru diketahui ketika anaknya berobat untuk keluhan lain seperti demam, atau batuk dan pilek. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata ditemukan gejala lain, seperti anak tampak pucat, atau adanya pembesaran organ yang tidak diketahui oleh orangtua sebelumnya. Hal ini membuat kebanyakan pasien leukemia datang terlambat untuk berobat.

6 Gejala Yang Terjadi pada Anak dengan Gangguan Leukemia

  1. Pucat (anemia).  Pucat pada anak disebabkan oleh kurangnya sel darah merah. Gejala ini dapat diwaspadai oleh orangtua dengan melihat apakah bibir anak pucat atau tidak.
  2. Demam. Sel kanker dapat menyebabkan demam karena ada pelepasan zat-zat peradangan (sitokin inflamasi) sehingga menyebabkan demam. Selain itu, demam juga sering disebabkan karena adanya infeksi akibat kekebalan yang menurun.
    Nyeri tulang/sendi. Nyeri yang dirasakan pada anak merupakan manifestasi dari adanya infiltrasi (penyebaran) sel-sel kanker yang masuk kedalam permukaan tulang maupun sendi. Selain nyeri, leukemia pada anak juga menyebabkan bengkak di daerah persendian.
  3. Pembesaran organ (organomegali). Pembesaran organ atau organomegali disebabkan oleh sel kanker yang menyebar ke hati, limfa, kelenjar getah bening ataupun organ lain. Pembesaran ini sering ditemukan secara tidak sengaja ketika dokter sedang melakukan pemeriksaan fisik.
  4. Perdarahan. Perdarahan pada anak dapat berupa lebam di kulit, mimisan ataupun berupa bercak merah sebagai tanda adanya perdarahan. Perdarahan ini disebabkan oleh trombositopenia atau trombosit kurang dari jumlah normal (<150.000/µL). Semakin rendah trombosit msemakin tinggi risiko perdarahan.
  5. Mudah terinfeksi. Sel leukosit yang diproduksi sumsum tulang bukanlah leukosit yang normal, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan anak mudah terinfeksi kuman maupun virus.
  6. Kloroma. Kloroma adalah salah satu tanda khas dari leukemia yang berupa bercak kehitaman pada kulit. Gejala ini merupakan salah satu tanda adanya infiltasi sel kanker ke dermis, subdermis atau epidermis pada kulit.
  7. Hiperleukositosis. Pada keadaan tertentu anak dapat mengalami kenaikan jumlah sel leukosit yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 100.000/µL. Hiperleukositosis ini dapat menyebabkan komplikasi atau penyakit penyerta berupa kejang, sesak, perdarahan pada paru, otak maupun ginjal. Anak – anak yang memiliki gejala di atas, perlu segera diperiksa oleh dokter spesialis anak untuk pemeriksaan dan konfirmasi diagnosis lebih lanjut.

1516635943602-15.jpg

1516633926842-16.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s