Gejala dan Penanganan Anemia Defisiensi Besi

Anemia adalah menurunnya kadar hemoglobin (Hb) dibawah normal yang disebabkan banyak faktor seperti defisiensi besi, asam folat, B12, hemolitik, aplastik, atau penyakit sistemik kronik.

Anemia defisiensi besi adalah salah satu golongan anemia hipoproliferatif yang disebabkan karena kelainan metabolisme besi. Besi merupakan elemen penting dalam fungsi semua sel karena perannya dalam transport oksigen sebagai bagian dari hemoglobin. Besi juga merupakan bagian penting dari enzim sitokrom dalam mitokondria. Jika kekurangan besi maka sel akan kehilangan kemampuan dalam transpor elektron dan metabolisme energi, sehingga mengganggu sintesis Hb.

Metabolisme sel besi lebih dipengaruhi absorbsi daripada eksresi. Kehilangan besi terjadi karena perdarahan atau kehilangan sel. Laki-laki dan wanita yang tidak menstruasi kehilangan besi sebesar 1 mg/hari, sedangkan wanita yang sedang menstruasi kehilangan besi 0.6-2.5 %/hari. Besi akan diabsorbsi dari saluran cerna (proksimal usus halus) dalam bentuk ferrous atau dari cadangan ke dalam sirkulasi dan berikatan dengan transferin (protein pengangkut besi).

Absorbsi besi dihambat oleh oksalat, phytates, fosfat, dan red wine. Sedangkan yang dapat meningkatkan absorbsi besi yaitu hidrokuinon, askorbat, laktat, piruvat, suksinat, fruktosa, sistein, dan sorbitol. Progresivitas defisiensi besi dapat dibedakan menjadi 3 stadium yaitu negative iron balance, iron-deficient erythropoiesis, dan anemia defisiensi besi.

PENDEKATAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Gejala klinis bervariasi tergantung beratnya dan lamanya anemia, berupa rasa lemah dan lelah, sakit kepala, light-headedness, kesemutan, rambut rontok, restless leg, dan gejala angina pektoris pada kasus berat. Gejala khas yaitu adanya glositis, disfagia, pica, koilonychia (spoon nail) jarang ditemukan.

Pemeriksaan Fisik
Pasien tampak lemah dan pucat ( anemis ), disertai takikardia, adanya glositis (lidah bewarna merah dan permukaannya licin), stomatitis, angular cheilitis, koilonychia.

Perdarahan maupun adanya eksudat pada retina dapat ditemukan pada anemia berat. Splenomegali mengindikasikan adanya penyebab defisiensi besi lainnya.

Pemeriksaan Penunjang
DPL: Hb menurun, leukosit menurun, trombosit meningkat/menurun
Retikulosit: normal atau menurun
Morfologi eritrosit: mikrositik hipokrom
Sediaan darah tepi: adanya anisositosis
Besi serum: menurun
Feritin serum: hasil bervariasi
Transferin: meningkat
TIBC: meningkat
Saturasi transferin: menurun
Aspirasi sumsum tulang: sideroblas menurun atau negatif
Diagnosis Banding
Talasemia, anemia sideroblastik, anemia penyakit kronik, dan keracunan logam berat

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana diet :
Makan makanan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
Makan makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti daging merah
Preparat besi oral :
Preparat besi inorganik mengandung 30 dan 100 mg besi elemental
Dosis 200-300 mg besi elemental per hari harus diabsorbsi sebanyak 50 mg/hari.
Tujuan terapi tidak hanya memperbaiki anemia tetapi juga menambah cadangan besi minimal 0.5-1 gram, sehingga diperlukan terapi selama 6-12 bulan setelah anemia terkoreksi.
Dosis: 3-4 kali 1 tablet (150 dan 200 mg) diminum 1 jam sebelum makan.
Efek samping: mual, heartburn, konstipasi, meta lie taste, buang air besar hitam
Preparat besi parenteral :
Indikasi: malabsorbsi, intoleransi terhadap preparat oral, dibutuhkan dalam jumlah banyak.
Dosis besi (mg) = (15-Hb yang diperiksa) x berat badan (kg) x 2.3 + 500 atau 1000 mg (untuk cadangan)
Iron sucrose: 5 ml (100 mg besi elemental) diberikan secara intravena tidak melebihi 3x seminggu. Efek samping: hipotensi, kram, mual, sakit kepala, muntah, dan diare
Iron Dextran: dosis untuk tes 0.5 ml secara intravena sebelum terapi dimulai, selanjutnya diberikan 2 ml setiap dosis. Efek samping: hipotensi, mialgia, sakit kepala, nyeri perut, mual dan muntah, limfadenopati, efusi pleura, pruritus, urtikaria, kejang, flushing, menggigil, flebitis, dizziness
Transfusi sel darah merah: diberikan jika ada gejala anemia, instabilitas kardiovaskular, perdarahan masih berlangsung, dan membutuhkan intervensi segera.

KOMPLIKASI
Gangguan jantung (kardiomegali atau gagal jantung), gangguan pertumbuhan pada anak dan remaja.

PROGNOSIS
Jika penyebab defisiensi besi diatasi maka prognosis akan baik. Terapi inadekuat akan menyebabkan anemia rekuren, sehingga terapi harus diberikan minimal 12 bulan setelah anemia terkoreksi.

REFERENSI

  • Killip S. Iron Deficiency Anemia. American Academy of Family Physicians. Volume 75, Number 5. 2007. Diunduh dari http://www.aafp.org/afp pada tanggal23 Mei 2012.
  • Adamson J.Iron deficiency and other hypoproliferative anemias. ln:Longo DL. Kasper DL. Jameson DL. Fauci AS, Hauser SL, Loscalzo J, editors. Harrison’s Principals of Internal Medicine 18′” ed. Me Grow Hill. Chapter 98
  • Beutler E. Disorders of iron metabolism. In:Lichtman M, Beutler E, Kipps T. editors. Williams Hematology 7th ed. Me Grow Hill. Chapter 40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s