MITOS : Obat Herbal Selalu Aman Karena Alami
FAKTA
- Masyarakat sering percaya bahwa semua obat herbal aman karena berasal dari bahan alami. Namun secara farmakologis, obat herbal mengandung senyawa aktif biologis yang dapat memengaruhi sistem tubuh, persis seperti obat kimia biasa. Komposisi tersebut bukan sekadar “tanpa bahan kimia”; bahan aktif dalam herbal bisa berdampak signifikan pada fisiologi dan metabolisme tubuh. Banyak herbal, seperti St. John’s wort, ginkgo, dan ginseng, telah didokumentasikan memiliki potensi interaksi klinis dengan obat resep — misalnya berpengaruh pada efektivitas antikoagulan atau antidepresan — yang bahkan dapat berakibat serius apabila digunakan bersamaan tanpa pengawasan tenaga kesehatan profesional. aafp.org+1
- Selain itu, mekanisme interaksi ini sering terjadi karena herbal dapat memodifikasi kerja enzim metabolisme obat seperti sitokrom P450 (CYP450), sebuah jalur penting yang memecah berbagai obat di hati. Perubahan aktivitas enzim ini dapat meningkatkan atau menurunkan kadar obat dalam darah, sehingga terapi yang seharusnya efektif bisa menjadi kurang efektif atau malah beracun. Misalnya, penggunaan bersamaan beberapa herbal dengan kemoterapi menunjukkan perubahan farmakokinetik yang signifikan yang berpotensi mengurangi efektivitas terapi kanker atau meningkatkan toksisitasnya. Universitas Pahlawan Journal+1
- Data klinis juga menunjukkan bahwa risiko efek samping dari obat herbal tidak bisa diabaikan. Sebuah studi prospektif menemukan bahwa meskipun obat herbal sendiri relatif aman bila digunakan sendirian, kombinasi obat herbal dengan obat konvensional meningkatkan insiden abnormal fungsi hati pada pasien dibandingkan dengan penggunaan obat herbal saja. Ini menegaskan bahwa meskipun “alami”, interaksi dan efek samping tetap dapat terjadi saat obat herbal dikonsumsi bersama obat medis lain dalam konteks klinis. PubMed
- Selain interaksi obat, potensi efek toksik langsung dari ekstrak herbal tertentu juga telah didokumentasikan dalam literatur medis. Sebagai contoh, penggunaan zat seperti ephedra (Ma Huang) pernah dikaitkan dengan kejadian serius seperti hipertensi, arrhythmia, dan bahkan kematian ketika digunakan secara tidak tepat atau berlebihan. Ini menunjukkan bahwa substansi herbal dapat memiliki efek farmakologis kuat yang harus dipertimbangkan secara serius dalam konteks manfaat risiko klinis. aafp.org+1
- Terakhir, regulasi terhadap produk herbal bervariasi antar negara dan sering kali tidak seketat obat resep. Ini berarti kemurnian, dosis, dan konsistensi produk herbal bisa sangat berbeda antar batch atau merek, sehingga konsumen tidak selalu mendapatkan dosis yang aman dan efektif. Badan pengawas di beberapa negara bahkan telah mewajibkan pelaporan efek samping herbal karena ada banyak laporan reaksi merugikan dari penggunaan bersama bahan kimia atau tanpa pengawasan profesional. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap penting sebelum memulai atau menggabungkan penggunaan herbal, terutama pada anak, ibu hamil, atau pasien dengan kondisi kronis











Leave a Reply