DOKTER AIRLANGGA

"Together Advancing Healthcare, Inspiring Humanity the Future."

Mengapa Ke dua Kuku Ibu Jari Tangan Tidak Rata

TANYA

“Saya berusia 60 tahun. Kedua kuku ibu jari saya tidak lagi rata dan mulus seperti dahulu. Terlihat garis-garis kecil memanjang dari pangkal menuju ujung kuku. Saya mempunyai riwayat dermatitis, diabetes, masalah prostat, dan kolesterol. Apakah garis vertikal pada kuku ini merupakan tanda penyakit tertentu? Apakah berhubungan dengan diabetes atau penyakit yang saya alami, dan apakah saya perlu memeriksakannya ke dokter?”

JAWAB

Perubahan berupa garis-garis kecil yang memanjang dari pangkal menuju ujung kuku disebut longitudinal ridges atau garis kuku vertikal. Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan pada orang yang semakin bertambah usia. Pada banyak orang, garis tersebut merupakan perubahan kuku yang relatif normal akibat proses penuaan, sehingga permukaan kuku tidak lagi sehalus ketika masih muda.

Kuku tumbuh dari bagian dasar kuku. Seiring bertambahnya usia, proses pertumbuhan dan pergantian sel kuku dapat berubah. Akibatnya, permukaan kuku menjadi sedikit bergelombang, lebih kering, lebih rapuh, atau muncul garis-garis memanjang. Karena itu, pada usia 60 tahun, munculnya beberapa garis vertikal halus pada kuku tidak otomatis berarti seseorang sedang mengalami penyakit serius.

Riwayat dermatitis juga penting diperhatikan. Peradangan kulit di sekitar kuku, kulit yang kering, kebiasaan menggaruk, menggigit kuku, mendorong kutikula, atau trauma kecil yang berulang dapat memengaruhi pertumbuhan kuku. Jika kulit di sekitar kuku sering mengalami dermatitis atau iritasi, permukaan kuku dapat menjadi kurang rata.

Diabetes perlu tetap diperhatikan, tetapi garis vertikal sederhana pada kuku tidak dapat langsung dianggap sebagai tanda komplikasi diabetes. Diabetes memang dapat menyebabkan berbagai perubahan pada kuku, terutama bila disertai infeksi, gangguan sirkulasi, atau gangguan penyembuhan luka. Namun, garis vertikal halus saja tidak cukup untuk menyimpulkan adanya komplikasi diabetes.

Justru pada diabetes, yang lebih penting adalah memperhatikan apakah terdapat luka di sekitar kuku yang sulit sembuh, kemerahan, pembengkakan, infeksi, perubahan warna, atau nyeri. Bila gula darah sering tinggi dan terdapat perubahan pada kaki maupun kuku, pemeriksaan rutin menjadi semakin penting.

Riwayat kolesterol juga tidak berarti bahwa garis vertikal pada kuku pasti disebabkan oleh kolesterol. Kolesterol tinggi biasanya tidak dapat didiagnosis hanya melalui bentuk kuku. Kondisi tersebut dinilai melalui pemeriksaan darah dan faktor risiko kardiovaskular lainnya.

Masalah prostat pada umumnya juga tidak menyebabkan munculnya garis vertikal kecil pada kuku. Jadi, tidak perlu langsung menghubungkan perubahan kuku tersebut dengan penyakit prostat.

Yang perlu diperhatikan adalah bentuk perubahan kukunya. Jika hanya berupa garis memanjang yang tipis, kuku tetap berwarna normal, tidak nyeri, tidak bengkak, tidak berdarah, dan perubahan berlangsung perlahan, keadaan tersebut sering kali tidak berbahaya dan dapat merupakan bagian dari perubahan kuku karena usia.

Namun, jangan mengikir atau menggosok permukaan kuku terlalu keras hanya untuk membuatnya tampak mulus. Kebiasaan tersebut justru dapat menipiskan kuku dan membuatnya semakin rapuh. Gunakan pelembap pada tangan, kuku, dan kulit sekitar kuku, terutama bila kulit cenderung kering akibat dermatitis.

Perhatikan pula perubahan warna. Garis hitam atau cokelat gelap yang baru muncul pada satu kuku berbeda dengan garis vertikal putih atau warna kuku normal. Bila terdapat garis gelap yang semakin melebar, warnanya tidak seragam, atau pigmentasinya meluas ke kulit di sekitar kuku, sebaiknya diperiksa oleh dokter kulit.

Pemeriksaan juga diperlukan apabila kuku tiba-tiba berubah bentuk, menebal, menipis, terangkat dari dasar kuku, mudah pecah, terasa nyeri, berdarah, atau terdapat pembengkakan dan infeksi di sekitarnya. Perubahan yang berkembang cepat lebih perlu diperhatikan dibandingkan garis halus yang sudah lama dan stabil.

Dalam keadaan Anda, usia 60 tahun dan adanya riwayat dermatitis membuat perubahan garis vertikal halus pada kedua kuku ibu jari cukup mungkin berkaitan dengan proses penuaan, kekeringan, atau perubahan pertumbuhan kuku. Tetapi karena Anda juga mempunyai diabetes dan beberapa kondisi kesehatan lain, pemeriksaan langsung tetap menjadi pilihan yang baik apabila perubahan tersebut baru muncul, semakin jelas, atau disertai keluhan lain.

Intinya, jangan panik hanya karena melihat garis vertikal kecil pada kuku. Kuku yang tidak lagi mulus pada usia 60 tahun cukup umum dan tidak otomatis menunjukkan penyakit berat. Tetapi jangan pula mengabaikan perubahan yang mencurigakan. Bila Anda dapat mengirimkan foto kedua kuku ibu jari dari dekat dengan pencahayaan yang cukup, tampilan garis, warna, permukaan, dan kulit di sekitarnya dapat saya bantu jelaskan secara lebih spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *