Tanya Jawab: Lansia Usia 70 Tahun Berat Badan Sulit Naik, Apakah Normal?
Pertanyaan:
Dok, ibu saya sudah berusia 70 tahun. Berat badannya sulit naik dan kadang justru turun meskipun sudah berusaha makan. Apakah kondisi seperti ini normal pada lansia karena metabolisme dan nafsu makan memang berubah seiring bertambahnya usia, atau penurunan berat badan pada usia lanjut perlu dicurigai sebagai tanda masalah kesehatan tertentu?
Jawaban:
Berat badan yang cenderung stabil pada lansia dapat merupakan kondisi yang wajar, tetapi berat badan yang terus menurun tanpa disengaja tidak boleh langsung dianggap normal karena usia. Pada proses penuaan memang terjadi perubahan komposisi tubuh, termasuk kecenderungan berkurangnya massa otot dan perubahan kebutuhan energi. Namun, penurunan berat badan yang progresif dapat menjadi tanda adanya masalah nutrisi, penyakit, gangguan fungsi, atau faktor psikososial yang perlu dicari penyebabnya.
Salah satu penyebab yang sering adalah asupan makanan yang tidak mencukupi. Nafsu makan dapat menurun pada usia lanjut akibat perubahan pengecapan dan penciuman, cepat kenyang, gangguan gigi atau gigi palsu, kesulitan mengunyah, gangguan menelan, mual, konstipasi, atau efek obat tertentu. Lansia juga dapat makan lebih sedikit karena tinggal sendiri, kesulitan berbelanja atau memasak, keterbatasan ekonomi, maupun perubahan kondisi psikologis.
Selain masalah asupan, penurunan berat badan dapat berkaitan dengan penyakit kronis atau penyakit yang belum terdiagnosis. Diabetes, gangguan tiroid, penyakit saluran cerna, penyakit jantung, penyakit paru kronis, penyakit ginjal, infeksi kronis, keganasan, serta berbagai kondisi lainnya dapat menyebabkan berat badan menurun. Karena itu, bila penurunan berat badan berlangsung terus-menerus, penyebab medis perlu dipertimbangkan.
Hal yang juga penting adalah membedakan berat badan yang rendah dengan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Lansia yang sejak lama bertubuh kecil tetapi berat badannya stabil belum tentu mengalami masalah nutrisi. Sebaliknya, lansia dengan berat badan yang sebelumnya stabil kemudian kehilangan berat badan secara bertahap perlu mendapat perhatian, meskipun angka berat badannya masih berada dalam rentang tertentu.
Dalam evaluasi geriatri, perhatian tidak hanya diberikan kepada angka timbangan, tetapi juga kepada massa dan kekuatan otot. Lansia dapat mengalami sarcopenia, yaitu penurunan kekuatan dan massa otot, yang dapat menyebabkan kelemahan, berjalan lebih lambat, sulit bangun dari kursi, dan meningkatnya risiko jatuh. Karena itu, tujuan intervensi nutrisi bukan sekadar membuat berat badan bertambah, tetapi mempertahankan massa otot, kekuatan, mobilitas, dan kemandirian.
Pola makan juga perlu dievaluasi. Lansia yang sulit mempertahankan berat badan biasanya lebih membutuhkan makanan yang padat zat gizi, terutama sumber protein yang cukup, dibandingkan sekadar menambah makanan tinggi gula atau lemak. Porsi dapat dibuat lebih kecil tetapi lebih sering apabila cepat kenyang. Sumber protein seperti ikan, telur, daging, susu atau produk susu, kedelai, tahu, tempe, dan sumber protein lain dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan makan.
Jika berat badan ibu terus turun, sebaiknya dilakukan penilaian medis dan gizi secara menyeluruh. Dokter dapat menilai riwayat penurunan berat badan, pola makan, obat-obatan, kondisi gigi dan mulut, kemampuan menelan, fungsi saluran cerna, penyakit kronis, status mental, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan laboratorium tidak harus dilakukan secara otomatis semuanya, tetapi dipilih berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Kesimpulannya, sulit menaikkan berat badan pada usia 70 tahun dapat terjadi, tetapi penurunan berat badan yang tidak disengaja bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap sebagai proses normal penuaan. Bila berat badan ibu terus turun, nafsu makan berkurang, cepat kenyang, semakin lemah, massa otot berkurang, sering jatuh, atau kemampuan aktivitas sehari-hari menurun, sebaiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut. Fokusnya bukan sekadar “menaikkan berat badan”, melainkan menemukan penyebab dan mempertahankan status gizi, otot, fungsi, kemandirian, dan kualitas hidup.










Leave a Reply