DOKTER AIRLANGGA

"Together Advancing Healthcare, Inspiring Humanity the Future."

HPV: Bagaimana Cara Penularan, Tanda dan Gejala, Dampak terhadap Kesehatan Reproduksi, Komplikasi, serta Pencegahannya

HPV: Bagaimana Cara Penularan, Tanda dan Gejala, Dampak terhadap Kesehatan Reproduksi, Komplikasi, serta Pencegahannya

Pertanyaan:

Apakah infeksi Human Papillomavirus atau HPV merupakan infeksi yang berbahaya, bagaimana HPV ditularkan dari satu orang ke orang lain, apakah penularannya hanya terjadi melalui hubungan seksual atau juga dapat terjadi melalui kontak kulit dan mukosa di area genital, siapa yang paling berisiko terinfeksi, apa tanda dan gejala HPV pada pria dan wanita, mengapa sebagian besar orang yang terinfeksi HPV tidak mengalami gejala, bagaimana membedakan HPV risiko rendah yang dapat menyebabkan kutil genital dengan HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan perubahan sel dan kanker, apakah infeksi HPV dapat memengaruhi kesuburan pria dan wanita, apa dampaknya terhadap organ reproduksi, kehamilan, dan kesehatan seksual, komplikasi apa yang dapat terjadi jika infeksi HPV menetap, serta bagaimana vaksinasi dan pemeriksaan skrining dapat membantu mencegah penyakit akibat HPV? (World Health Organization)

  • Jawaban:
  • Human Papillomavirus atau HPV adalah kelompok virus yang terdiri dari sekitar 200 tipe. HPV sangat umum dan terutama menginfeksi kulit serta mukosa, termasuk area genital, anus, mulut, dan tenggorokan. Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sekitar 9 dari 10 infeksi dapat dikendalikan tubuh dalam waktu sekitar 2 tahun. Masalah utama muncul ketika HPV risiko tinggi menetap dalam tubuh. Infeksi persisten tersebut dapat menyebabkan perubahan sel prakanker dan kanker. (World Health Organization)
  • HPV terutama menular melalui kontak seksual dan kontak kulit dengan kulit pada area genital. Penularan dapat terjadi melalui hubungan vaginal, anal, atau oral, serta kontak intim genital tanpa penetrasi. Karena HPV dapat menular tanpa menimbulkan gejala, seseorang dapat menularkan virus tanpa mengetahui bahwa dirinya terinfeksi. Kondom dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak memberikan perlindungan penuh karena HPV dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom. (CDC)
  • Tanda dan gejala HPV sering tidak terlihat. Sebagian orang tidak mengalami keluhan sama sekali. Tipe HPV tertentu dapat menyebabkan kutil genital berupa benjolan kecil pada penis, skrotum, vulva, vagina, atau sekitar anus. Kutil dapat muncul sebagai satu benjolan atau beberapa benjolan sekaligus. Sebaliknya, HPV risiko tinggi biasanya tidak menyebabkan kutil atau gejala khas. Pada wanita, infeksi HPV risiko tinggi sering diketahui melalui pemeriksaan skrining serviks sebelum muncul gejala. (World Health Organization)
  • Dampak HPV sangat bergantung pada tipe virus dan apakah infeksi dapat dikendalikan oleh sistem imun. HPV risiko rendah terutama berhubungan dengan kutil genital. HPV risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel serviks dan dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker serviks. HPV juga berhubungan dengan kanker vulva, vagina, penis, anus, serta sebagian kanker orofaring atau bagian belakang tenggorokan. (World Health Organization)
  • HPV tidak otomatis menyebabkan infertilitas. Sebagian besar orang dengan HPV tetap dapat memiliki fungsi reproduksi normal. Pada wanita, masalah reproduksi dapat lebih berkaitan dengan penyakit atau tindakan yang muncul akibat infeksi HPV, terutama bila terdapat lesi serviks yang memerlukan tindakan eksisi. Tindakan pada serviks tertentu dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk persalinan prematur. Pada pria, beberapa penelitian menemukan hubungan antara HPV dan perubahan parameter sperma, tetapi bukti belum cukup untuk menyatakan HPV sebagai penyebab tunggal infertilitas pria.
  • Komplikasi paling penting terjadi ketika HPV risiko tinggi menetap. Perubahan sel serviks dapat berkembang dari lesi prakanker menjadi kanker serviks jika tidak ditemukan dan ditangani. Proses ini biasanya berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga skrining memiliki peran penting. Hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV genital. HPV juga berperan pada sejumlah kanker lain pada pria maupun wanita. (World Health Organization)
  • Vaksin HPV merupakan salah satu cara utama untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kutil genital dan kanker. Vaksin bekerja paling efektif sebelum seseorang terpapar HPV. WHO merekomendasikan vaksinasi pada usia remaja, terutama usia 9 sampai 14 tahun. Vaksin tidak mengobati infeksi HPV yang sudah ada dan tidak menggantikan pemeriksaan skrining serviks pada wanita yang memenuhi kriteria skrining. (World Health Organization)
  • Vaksin HPV memiliki profil keamanan yang baik. Efek samping yang paling sering berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan, sakit kepala, lelah, nyeri otot, mual, atau demam ringan. Sebagian penerima vaksin dapat mengalami pusing atau pingsan setelah penyuntikan, sehingga observasi sekitar 15 menit setelah vaksinasi dianjurkan. Reaksi alergi berat sangat jarang. Pemantauan keamanan sejak vaksin HPV digunakan secara luas menunjukkan profil keamanan yang meyakinkan. (CDC)

Tabel lengkap tanda, penularan, dampak, dan komplikasi:

KondisiCara penularan atau faktor terkaitTanda dan gejalaDampakKomplikasi
HPV tanpa gejalaKontak seksual atau kontak kulit dan mukosa genitalBiasanya tidak ada gejalaSering tidak mengganggu kesehatan secara langsungDapat menetap dan menyebabkan perubahan sel
HPV risiko rendahKontak seksual dan kontak intim kulit ke kulitDapat menyebabkan kutil genitalGangguan kenyamanan dan aktivitas seksualKutil dapat bertambah atau kambuh
Kutil genitalKontak langsung dengan kulit atau mukosa yang terinfeksiBenjolan pada penis, skrotum, vulva, vagina, atau anusDapat mengganggu aktivitas seksualKutil berulang, iritasi, dan masalah psikologis
HPV risiko tinggiKontak seksual atau kontak intim genitalBiasanya tanpa gejalaDapat menyebabkan perubahan selLesi prakanker dan kanker
HPV persistenInfeksi tetap bertahan dalam tubuhSering tanpa gejalaRisiko perubahan sel meningkatKanker terkait HPV
HPV pada serviksInfeksi genital, terutama tipe risiko tinggiBiasanya tanpa gejalaPerubahan sel serviksCIN dan kanker serviks
HPV pada priaKontak seksual dan kulit ke kulitSering tanpa gejalaSebagian penelitian menemukan perubahan parameter spermaHubungan dengan gangguan reproduksi masih diteliti
HPV pada wanitaKontak seksual dan kulit atau mukosa genitalSering tanpa gejalaUmumnya tidak menyebabkan infertilitas langsungLesi serviks dan komplikasi akibat tindakan serviks
HPV dan kehamilanInfeksi dapat sudah ada sebelum kehamilanSering tanpa gejalaSebagian besar kehamilan tetap dapat berlangsungRisiko terutama terkait lesi dan tindakan serviks
HPV dan kanker serviksInfeksi risiko tinggi yang persistenPada tahap awal sering tanpa gejalaKerusakan jaringan serviksKanker serviks invasif
HPV dan kanker anusInfeksi HPV risiko tinggiDapat tanpa gejalaPerubahan sel anusKanker anus
HPV dan kanker penisInfeksi HPV risiko tinggiDapat berupa lesi atau perubahan kulitGangguan jaringan penisKanker penis
HPV dan kanker vulva atau vaginaInfeksi HPV risiko tinggiDapat tanpa gejala pada tahap awalPerubahan jaringanKanker vulva atau vagina
HPV dan kanker orofaringPaparan HPV pada area mulut dan tenggorokanDapat tanpa gejala pada awal penyakitPerubahan jaringanKanker orofaring
Tidak mendapat vaksin HPVTidak memiliki perlindungan vaksinTidak ada tanda khususRisiko infeksi HPV tertentu lebih tinggiRisiko penyakit terkait HPV meningkat
Setelah vaksin HPVRespons imun terhadap vaksinNyeri atau bengkak di lokasi suntikan, demam ringan, sakit kepalaMembentuk perlindungan terhadap tipe HPV yang tercakup vaksinEfek samping berat sangat jarang
Skrining serviksPemeriksaan untuk mendeteksi HPV atau perubahan selBiasanya tidak menimbulkan gejalaMenemukan lesi sebelum menjadi kankerMembantu mencegah kanker serviks melalui deteksi dan terapi dini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *