Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) tentang Probiotik dan Prebiotik pada Anak: Tinjauan Ilmiah Berbasis Bukti
Minat terhadap penggunaan probiotik dan prebiotik pada anak meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Berbagai produk susu, susu formula, makanan, hingga suplemen kini dipasarkan dengan klaim mampu meningkatkan kesehatan saluran cerna, memperkuat sistem imun, serta mencegah berbagai penyakit. Namun, tidak semua manfaat tersebut telah didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
American Academy of Pediatrics (AAP) melalui Clinical Report “Probiotics and Prebiotics in Pediatrics”, yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics dan ditegaskan kembali (reaffirmed) pada tahun 2021, menekankan bahwa penggunaan probiotik maupun prebiotik pada anak harus didasarkan pada evidence-based medicine, bukan sekadar klaim pemasaran atau pengalaman pribadi. AAP menyatakan bahwa efektivitas probiotik sangat bergantung pada jenis mikroorganisme (strain), dosis, lama pemberian, serta kondisi penyakit yang sedang diobati.
Apa Itu Probiotik?
Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang, bila diberikan dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Mikroorganisme yang paling banyak diteliti berasal dari kelompok Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Streptococcus, sedangkan salah satu probiotik berbentuk ragi yang banyak digunakan adalah Saccharomyces boulardii.
Bakteri-bakteri tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, menghasilkan berbagai metabolit bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFA), memperkuat lapisan pelindung usus, serta membantu mengatur respons sistem imun. Akan tetapi, manfaat tersebut tidak berlaku untuk semua jenis probiotik, karena setiap strain memiliki karakteristik biologis dan efek klinis yang berbeda.
Apa Itu Prebiotik?
Prebiotik merupakan komponen makanan yang tidak dapat dicerna oleh manusia, tetapi menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Contohnya adalah galacto-oligosaccharides (GOS), fructo-oligosaccharides (FOS), dan inulin.
ASI merupakan sumber prebiotik alami yang sangat kaya, terutama berupa human milk oligosaccharides (HMOs). Senyawa ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik, terutama Bifidobacterium, sehingga membantu pembentukan mikrobiota usus yang sehat pada bayi.
Mengapa Mikrobiota Usus Penting?
Usus manusia dihuni oleh triliunan mikroorganisme yang membentuk mikrobiota usus. Pada awal kehidupan, komposisi mikrobiota dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- usia kehamilan saat lahir;
- cara persalinan (normal atau sesar);
- pemberian ASI;
- penggunaan antibiotik;
- lingkungan setelah lahir.
AAP menjelaskan bahwa periode awal kehidupan merupakan masa yang sangat penting bagi pembentukan sistem imun. Sekitar 70–80% sel imun tubuh berhubungan dengan jaringan limfoid saluran cerna (gut-associated lymphoid tissue/GALT). Oleh karena itu, keseimbangan mikrobiota usus berperan dalam perkembangan sistem kekebalan, toleransi terhadap makanan, serta perlindungan terhadap infeksi.
Kapan Probiotik Terbukti Bermanfaat?
Berdasarkan hasil uji klinis acak (randomized controlled trials), AAP menyimpulkan bahwa manfaat probiotik yang telah memiliki bukti ilmiah cukup baik masih terbatas pada beberapa kondisi.
- 1. Diare akut akibat infeksi virus
- AAP menyatakan bahwa beberapa strain probiotik dapat membantu memperpendek lama diare akut akibat infeksi virus pada anak sehat. Namun manfaatnya bersifat moderat, bukan sebagai pengganti terapi rehidrasi oral yang tetap menjadi pengobatan utama.
- 2. Diare akibat antibiotik
- Pemberian probiotik tertentu dapat menurunkan risiko antibiotic-associated diarrhea pada anak yang mendapat terapi antibiotik. Efek ini telah didukung oleh berbagai uji klinis.
- 3. Enterokolitis nekrotikan (NEC)
- Pada bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah (1000–1500 gram), terdapat bukti bahwa probiotik dapat menurunkan risiko necrotizing enterocolitis (NEC), yaitu penyakit usus berat yang dapat mengancam jiwa. Namun AAP menilai bahwa bukti ilmiah saat itu masih memerlukan penelitian tambahan sebelum dapat direkomendasikan secara luas.
Kapan Bukti Masih Belum Kuat?
AAP menjelaskan bahwa berbagai penelitian mengenai probiotik memang menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi hingga kini bukti ilmiahnya belum cukup kuat untuk dijadikan terapi rutin pada beberapa kondisi berikut.
- kolik bayi;
- gastritis akibat Helicobacter pylori;
- irritable bowel syndrome (IBS);
- kolitis ulseratif kronis;
- pencegahan penyakit alergi (atopi);
- penyakit Crohn.
Dengan demikian, probiotik belum dapat direkomendasikan sebagai terapi standar pada kondisi-kondisi tersebut.
Probiotik untuk Alergi
American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang cukup kuat untuk merekomendasikan pemberian probiotik secara rutin kepada ibu hamil, ibu menyusui, maupun bayi sebagai upaya mencegah penyakit alergi, seperti dermatitis atopik (eksim), rinitis alergi, dan asma. Meskipun beberapa penelitian awal menunjukkan hasil yang menjanjikan, seperti penurunan kejadian eksim pada bayi berisiko tinggi setelah pemberian Lactobacillus rhamnosus GG (LGG), hasil penelitian berikutnya tidak konsisten dan bahkan ada studi yang tidak menemukan manfaat atau menunjukkan peningkatan sensitisasi terhadap alergen. Demikian pula, penggunaan probiotik sebagai pengobatan eksim (dermatitis atopik) belum terbukti efektif secara meyakinkan. Oleh karena itu, AAP menyimpulkan bahwa probiotik tidak dianjurkan sebagai terapi rutin untuk mencegah maupun mengobati penyakit alergi pada anak, sampai tersedia bukti ilmiah yang lebih kuat dari penelitian berkualitas tinggi. Keputusan penggunaan probiotik pada anak dengan alergi sebaiknya dilakukan secara individual berdasarkan pertimbangan dokter dan bukan sebagai bagian dari pengobatan standar.
Kapan Probiotik Tidak Direkomendasikan?
AAP menegaskan bahwa belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan probiotik bermanfaat untuk:
- mencegah atau mengobati kanker;
- mengobati penyakit Crohn pada anak;
- menggantikan terapi medis standar pada penyakit kronis.
Oleh karena itu, probiotik tidak boleh dianggap sebagai “obat segala penyakit”.
Bagaimana dengan Prebiotik?
- Penelitian mengenai prebiotik pada anak masih jauh lebih sedikit dibandingkan probiotik. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan manfaat dalam menurunkan risiko eksim alergi dan infeksi ringan pada bayi sehat.
- Namun, menurut AAP, jumlah penelitian berkualitas tinggi masih terbatas, sehingga belum cukup bukti untuk merekomendasikan pemberian prebiotik secara rutin kepada seluruh anak sehat.
Aspek Keamanan
Sebagian besar probiotik relatif aman pada anak sehat.
Namun AAP memberikan perhatian khusus terhadap kelompok berikut:
- bayi dengan gangguan sistem imun;
- pasien yang sakit berat;
- anak dengan penyakit kronis berat;
- pasien yang menggunakan kateter atau alat medis invasif jangka panjang.
Pada kelompok tersebut pernah dilaporkan kasus infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme probiotik, sehingga penggunaannya harus dilakukan dengan pertimbangan dokter.
Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP)
Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, AAP memberikan beberapa rekomendasi penting.
| Rekomendasi | Tingkat Bukti |
|---|---|
| Probiotik dapat dipertimbangkan untuk diare akut akibat virus | Bukti cukup baik |
| Probiotik dapat digunakan untuk membantu mencegah diare akibat antibiotik | Bukti cukup baik |
| Probiotik pada bayi prematur untuk mencegah NEC masih memerlukan penelitian tambahan | Bukti sedang |
| Belum cukup bukti untuk penggunaan rutin pada alergi, kolik, IBS, penyakit Crohn, maupun kanker | Bukti belum memadai |
| Prebiotik belum direkomendasikan secara rutin pada seluruh anak sehat | Bukti masih terbatas |
| Penggunaan pada anak dengan gangguan imun atau sakit berat harus sangat hati-hati | Direkomendasikan kehati-hatian |
Kesimpulan
American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa probiotik dan prebiotik memiliki potensi manfaat dalam beberapa kondisi klinis tertentu, terutama pada diare akut akibat virus dan pencegahan diare yang berhubungan dengan penggunaan antibiotik. Namun, hingga saat ini bukti ilmiah belum mendukung penggunaan probiotik maupun prebiotik secara rutin untuk semua anak atau sebagai terapi berbagai penyakit.
AAP juga mengingatkan bahwa efektivitas probiotik bergantung pada strain yang digunakan, dosis, indikasi klinis, dan kualitas penelitian, sehingga keputusan pemberiannya sebaiknya didasarkan pada rekomendasi tenaga kesehatan dan bukti ilmiah terkini, bukan semata-mata klaim produk atau promosi komersial.
Daftar Pustaka
- Thomas DW, Greer FR; Committee on Nutrition; Section on Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition. Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. Pediatrics. 2010;126(6):1217–1231. doi:10.1542/peds.2010-2548. Reaffirmed March 2021.
- American Academy of Pediatrics. Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. Pediatrics. Clinical Report. 2010;126(6):1217–1231.
- Thomas DW, Greer FR. Clinical Report: Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. American Academy of Pediatrics; reaffirmed 2021.











Leave a Reply