DOKTER AIRLANGGA

"Together Advancing Healthcare, Inspiring Humanity the Future."

Lansia dan Banyak Obat: Perlu atau Justru Berisiko?


💊 Lansia dan Banyak Obat: Perlu atau Justru Berisiko?

Pertanyaan:

Apakah lansia yang memiliki banyak penyakit memang perlu minum banyak obat setiap hari, atau justru semakin banyak jenis obat yang dikonsumsi semakin besar risiko efek samping dan interaksi obat, bagaimana memastikan setiap obat benar-benar masih diperlukan, dan kapan penggunaan banyak obat pada lansia perlu dievaluasi kembali oleh dokter?

Jawaban:

Lansia memang lebih sering memiliki beberapa penyakit sekaligus sehingga membutuhkan beberapa jenis obat. Karena itu, banyak obat tidak otomatis berarti salah. Yang menjadi masalah adalah ketika obat yang digunakan sudah tidak diperlukan, terdapat duplikasi terapi, dosis tidak sesuai, atau kombinasi obat meningkatkan risiko efek samping.

Istilah polifarmasi umumnya digunakan ketika seseorang mengonsumsi banyak obat secara bersamaan. Dalam praktik klinis, jumlah obat saja tidak cukup untuk menentukan apakah terapi tersebut tepat. Yang lebih penting adalah apakah setiap obat mempunyai indikasi yang jelas, memberikan manfaat, dan aman bagi kondisi pasien.

Semakin banyak obat yang digunakan, semakin besar kemungkinan terjadinya interaksi antarobat. Satu obat dapat memengaruhi kerja obat lain sehingga efeknya menjadi terlalu kuat, terlalu lemah, atau menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan.

Lansia juga lebih rentan mengalami efek samping obat karena perubahan fungsi ginjal, hati, komposisi tubuh, dan metabolisme yang terjadi seiring bertambahnya usia. Obat yang aman pada orang muda belum tentu memiliki risiko yang sama pada lansia.

Beberapa obat dapat menyebabkan pusing, mengantuk, tekanan darah terlalu rendah, atau gangguan keseimbangan. Pada lansia, efek tersebut menjadi penting karena dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera, terutama bila beberapa obat dengan efek serupa digunakan bersamaan.

Obat juga dapat menyebabkan keluhan yang kemudian dianggap sebagai penyakit baru. Misalnya, obat tertentu dapat menyebabkan konstipasi, mulut kering, mual, mengantuk, atau gangguan konsentrasi. Jika penyebabnya tidak dikenali, pasien bisa saja mendapatkan obat tambahan untuk mengatasi efek samping tersebut.

Karena itu, setiap obat yang dikonsumsi sebaiknya memiliki tujuan yang jelas. Keluarga dapat membuat daftar seluruh obat, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, dan produk herbal, kemudian membawanya ketika berkonsultasi.

Jangan menghentikan obat sendiri, terutama obat untuk penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi lainnya. Beberapa obat harus dikurangi secara bertahap dan penghentian mendadak dapat menimbulkan masalah.

Evaluasi obat secara berkala sangat penting, terutama jika lansia memiliki banyak dokter atau berobat di beberapa fasilitas kesehatan. Setiap dokter perlu mengetahui seluruh obat yang sedang dikonsumsi agar tidak terjadi duplikasi atau kombinasi yang tidak diinginkan.

Kondisi lansia juga dapat berubah. Obat yang sebelumnya diperlukan mungkin suatu saat perlu disesuaikan karena berat badan berubah, fungsi ginjal menurun, penyakit membaik, atau muncul penyakit baru. Karena itu, daftar obat sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang permanen.

Perhatian khusus diperlukan jika setelah mengonsumsi obat lansia menjadi sangat mengantuk, bingung, sering pusing, mudah jatuh, mengalami perubahan kesadaran, atau muncul keluhan baru yang tidak biasa. Kondisi tersebut perlu dibicarakan dengan dokter karena bisa berkaitan dengan obat maupun penyakit yang mendasarinya.

Tujuan pengobatan pada lansia bukan “sebanyak mungkin obat”, tetapi terapi yang memberikan manfaat paling besar dengan risiko yang dapat diterima. Dalam kondisi tertentu, menambah obat memang diperlukan; dalam kondisi lain, dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian atau penghentian obat yang manfaatnya sudah tidak sebanding dengan risikonya.

Jadi, banyak obat tidak selalu buruk dan sedikit obat tidak selalu lebih baik. Yang terpenting adalah setiap obat mempunyai alasan penggunaan yang jelas, dosisnya tepat, manfaatnya dievaluasi secara berkala, dan seluruh terapi ditinjau sebagai satu kesatuan untuk menjaga keselamatan serta kualitas hidup lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *