DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Perlukah Penderita Alergi Sebelum Operasi dan Tindakan Anestesi dilakukan Tes Alergi ?


Pertanyaan:

  • Perlukah pasien dengan riwayat alergi menjalani evaluasi khusus sebelum menjalani operasi dan tindakan anestesi? Karena tes alergi lumayan maha dok ? Kalo ngga terlalu penting bisakah saya menolak tes alergi tersebut

Jawaban:

  • Evaluasi alergi pada pasien sebelum operasi dan anestesi merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa, meskipun tidak semua pasien memerlukan tes alergi khusus. Riwayat alergi, baik terhadap makanan, obat, atau gigitan serangga, harus dikaji secara rinci, karena pasien dengan riwayat reaksi berat (anafilaksis) memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi serius terhadap obat anestesi, antibiotik perioperatif, atau obat analgesik. Pemeriksaan laboratorium atau tes kulit alergi dapat dipertimbangkan pada kasus-kasus dengan riwayat alergi yang jelas atau reaksi sebelumnya terhadap anestesi, guna mengidentifikasi obat yang aman digunakan.
  • Selain itu, persiapan anestesi pada pasien alergi meliputi pemilihan obat alternatif, penyediaan obat-obatan darurat seperti adrenalin, antihistamin, dan kortikosteroid, serta monitoring ketat selama dan setelah prosedur. Strategi ini bertujuan untuk mencegah atau menanggulangi reaksi alergi yang tiba-tiba. Dengan demikian, evaluasi alergi pra-operasi bukan hanya bermanfaat untuk keamanan pasien, tetapi juga menjadi bagian dari praktik anestesi yang berbasis bukti, memastikan prosedur bedah dapat dilakukan dengan risiko minimal bagi pasien dengan riwayat alergi.

Cara tes alergi obat anestesi

  • Tes alergi terhadap obat anestesi pada penderita alergi tidak semua dilakukan tes Alergi 
  • Tes alergi terhadap obat anestesi dilakukan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami reaksi alergi, terutama pada mereka dengan riwayat reaksi berat atau anafilaksis. Proses dimulai dengan anamnesis rinci, mencakup riwayat alergi obat, makanan, gigitan serangga, dan reaksi terhadap anestesi sebelumnya. Informasi ini membantu dokter menentukan apakah pasien membutuhkan tes tambahan sebelum prosedur anestesi.
  • Tes kulit (skin test) merupakan metode utama untuk mengevaluasi alergi terhadap obat anestesi tertentu, terutama neuromuskular blocker atau antibiotik yang digunakan perioperatif. Tes ini meliputi
  • Selain tes kulit,

1. Risiko Alergi Obat Anestesi pada Anak

  • Anak dengan riwayat alergi (makanan, obat, serbuk sari, gigitan serangga) memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi alergi terhadap obat anestesi, meskipun tidak selalu terjadi.
  • Obat anestesi yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi antara lain:
    • Obat anestesi umum (general anesthetics), misal sevoflurane, propofol, ketamin.
    • Obat neuromuskular blocker (rocuronium, succinylcholine).
    • Antibiotik dan analgesik yang diberikan bersamaan saat operasi.

2. Apakah Perlu Tes Alergi Sebelum Anestesi?

  • Tidak rutin dilakukan untuk semua pasien.
  • Indikasi tes alergi / konsultasi alergi spesialis:
    • Anak memiliki riwayat reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap obat tertentu, makanan, atau gigitan serangga.
    • Riwayat reaksi alergi yang tidak jelas penyebabnya.
    • Riwayat reaksi alergi terhadap anestesi sebelumnya.
  • Jenis tes yang mungkin dilakukan:
    • Skin test (tes kulit) untuk obat tertentu (misal neuromuskular blocker atau antibiotik).
    • Tes darah (specific IgE) jika alergi obat spesifik dicurigai.
    • Tes Panel Alergi pemeriksaan darah tidak dianjurkan karena akurasinya terbatasspesifitas dan sensitifitas rendah, dan bukan untuk obat anestesi

3. Strategi Pencegahan Alergi Anestesi

  • Anamnesis lengkap: Riwayat alergi makanan, obat, gigitan serangga, reaksi obat sebelumnya.
  • Konsultasi anestesi dan alergi: Anestesi akan memilih obat alternatif jika anak berisiko tinggi.
  • Persiapan darurat: Tim anestesi siap obat antishock (adrenalin), antihistamin, kortikosteroid, dan peralatan resusitasi.
  • Monitoring ketat: Selama dan setelah anestesi, memonitor tanda-tanda reaksi alergi (ruam, gatal, hipotensi, sesak).

Kesimpulan

  • Tes alergi sebelum anestesi tidak wajib untuk semua anak.
  • Tetapi wajib waspada dan lakukan tes jika anak memiliki riwayat reaksi alergi berat atau sebelumnya terhadap obat anestesi.
  • Konsultasi dengan dokter anestesi dan alergi sangat penting untuk menurunkan risiko reaksi serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *