DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Tanya dong, Dok. Berapa kadar gula darah yang normal, dan kapan seseorang dikatakan mengalami pradiabetes atau diabetes?

Tanya dong, Dok. Berapa kadar gula darah yang normal, dan kapan seseorang dikatakan mengalami pradiabetes atau diabetes?

Pertanyaan

Tanya dong, Dok. Saya sering mendengar istilah gula darah normal, pradiabetes, dan diabetes. Sebenarnya berapa kadar gula darah yang masih dianggap normal, kapan seseorang dikatakan mengalami pradiabetes atau diabetes, apa perbedaan pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, gula darah 2 jam setelah makan, dan HbA1c, serta apa yang harus dilakukan bila hasil pemeriksaan mulai meningkat agar tidak berkembang menjadi diabetes?

Jawaban

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi akibat tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau insulin tidak bekerja secara efektif. Sebelum seseorang mengalami diabetes, biasanya terdapat fase pradiabetes, yaitu keadaan ketika kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal tetapi belum memenuhi kriteria diabetes. Fase ini sangat penting karena sebagian besar penderita belum merasakan gejala, padahal kerusakan pembuluh darah sudah dapat mulai terjadi. Apabila tidak dilakukan perubahan gaya hidup, sekitar 5 sampai 10 persen penderita pradiabetes setiap tahun dapat berkembang menjadi diabetes. Sebaliknya, penurunan berat badan, pola makan sehat, dan olahraga teratur dapat menurunkan risiko tersebut secara bermakna.

Kadar gula darah dinilai melalui beberapa jenis pemeriksaan. Gula darah puasa diperiksa setelah berpuasa minimal 8 jam. Gula darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa atau setelah minum larutan glukosa digunakan untuk menilai kemampuan tubuh mengendalikan gula darah. Gula darah sewaktu dapat diperiksa kapan saja tanpa memperhatikan waktu makan, terutama bila seseorang memiliki gejala diabetes seperti sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab, dan mudah lelah. Pemeriksaan HbA1c menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2 sampai 3 bulan terakhir sehingga sangat bermanfaat untuk menegakkan diagnosis maupun memantau pengobatan diabetes.

Sebagai contoh, seorang pria berusia 35 tahun menjalani Medical Check Up. Hasil gula darah puasanya 108 mg/dL dan HbA1c 5,9 persen. Ia belum menderita diabetes, tetapi sudah termasuk pradiabetes sehingga perlu memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menurunkan berat badan. Contoh lain, seorang wanita berusia 52 tahun mengeluhkan sering haus, sering buang air kecil pada malam hari, dan berat badan turun. Pemeriksaan menunjukkan gula darah sewaktu 265 mg/dL disertai HbA1c 8,2 persen. Hasil tersebut memenuhi kriteria diabetes sehingga memerlukan pengobatan, edukasi, dan pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, gangguan mata, dan kerusakan saraf.

Pencegahan diabetes dimulai sejak fase pradiabetes. Orang dewasa dianjurkan mempertahankan berat badan ideal, membatasi konsumsi minuman manis, makanan tinggi gula, dan makanan ultra proses, memperbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, serta protein sehat. Aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggu terbukti meningkatkan sensitivitas insulin. Pemeriksaan gula darah secara berkala sangat dianjurkan bagi orang berusia di atas 35 tahun atau lebih muda bila memiliki obesitas, riwayat keluarga diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau pernah mengalami diabetes saat hamil. Deteksi dini memungkinkan pengobatan lebih cepat sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat ditekan.

Tabel. Kriteria Diagnosis Berdasarkan Pemeriksaan Gula Darah

PemeriksaanNormalPradiabetesDiabetes
Gula darah puasa<100 mg/dL100 sampai 125 mg/dL≥126 mg/dL
Gula darah 2 jam TTGO<140 mg/dL140 sampai 199 mg/dL≥200 mg/dL
HbA1c<5,7%5,7 sampai 6,4%≥6,5%
Gula darah sewaktuTidak digunakan untuk diagnosis tanpa gejalaTidak digunakan≥200 mg/dL disertai gejala khas diabetes

Tabel. Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Faktor RisikoPenjelasan
Obesitas atau kelebihan berat badanMenurunkan sensitivitas insulin
Riwayat keluarga diabetesRisiko meningkat bila orang tua atau saudara kandung menderita diabetes
Usia bertambahRisiko meningkat setelah usia 35 sampai 45 tahun
Kurang aktivitas fisikMenyebabkan resistensi insulin
HipertensiSering berkaitan dengan sindrom metabolik
Kolesterol dan trigliserida tinggiMeningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung
Riwayat diabetes gestasionalMeningkatkan risiko diabetes pada kemudian hari
Pola makan tinggi gula dan kaloriMempercepat peningkatan berat badan dan resistensi insulin

Tabel. Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

GejalaPenjelasan
Sering buang air kecilTerutama pada malam hari
Sering hausTubuh kehilangan banyak cairan
Mudah laparSel tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal
Berat badan turunTerjadi meskipun nafsu makan meningkat
Luka sulit sembuhAkibat gangguan sirkulasi dan daya tahan tubuh
Penglihatan kaburPerubahan kadar gula memengaruhi lensa mata
Mudah lelahSel kekurangan energi akibat gangguan penggunaan glukosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *