DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Tanya dong, Dok. Kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan keluhan. Kapan harus mulai diperiksa dan bagaimana cara menurunkannya?

 

Tanya dong, Dok. Kolesterol tinggi tidak selalu menimbulkan keluhan. Kapan harus mulai diperiksa dan bagaimana cara menurunkannya?

Pertanyaan

Tanya dong, Dok. Banyak orang mengatakan kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Sebenarnya kapan seseorang harus mulai memeriksa kolesterol, siapa yang perlu diperiksa lebih sering, berapa kadar kolesterol yang normal, dan bagaimana cara menurunkan kolesterol secara alami maupun dengan obat agar risiko penyakit jantung dapat dicegah?

Jawaban

Kolesterol adalah lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, hormon, vitamin D, dan asam empedu. Namun, bila kadarnya terlalu tinggi, terutama kolesterol LDL atau kolesterol “jahat”, lemak akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak aterosklerosis. Proses ini berlangsung perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan sehingga banyak orang merasa sehat meskipun kadar kolesterolnya tinggi. Ketika plak semakin besar atau pecah, aliran darah dapat tersumbat dan menyebabkan serangan jantung, stroke, atau penyakit pembuluh darah perifer. Sebaliknya, kolesterol HDL atau kolesterol “baik” membantu mengangkut kolesterol kembali ke hati untuk dibuang sehingga kadar HDL yang tinggi bersifat melindungi.

Pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun sebagai pemeriksaan dasar, kemudian diulang setiap 4 sampai 6 tahun bila hasil normal dan tidak memiliki faktor risiko. Pemeriksaan lebih sering diperlukan pada orang yang mengalami obesitas, diabetes, hipertensi, merokok, penyakit ginjal kronis, atau memiliki riwayat penyakit jantung maupun kolesterol tinggi dalam keluarga. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selain melihat angka kolesterol, dokter juga menilai faktor risiko lain karena keputusan pengobatan didasarkan pada risiko penyakit jantung secara keseluruhan, bukan hanya satu hasil laboratorium.

Sebagai contoh, seorang pria berusia 42 tahun menjalani Medical Check Up tanpa keluhan apa pun. Hasil pemeriksaan menunjukkan kolesterol LDL 182 mg/dL, HDL 38 mg/dL, dan trigliserida 220 mg/dL. Ia juga memiliki obesitas dan tekanan darah tinggi. Meskipun tidak merasakan gejala, risiko penyakit jantungnya meningkat sehingga dokter menganjurkan perubahan gaya hidup dan pemberian obat penurun kolesterol. Contoh lain, seorang wanita berusia 30 tahun memiliki kolesterol total sedikit meningkat, tetapi berat badan ideal, tidak merokok, tekanan darah normal, dan tidak memiliki faktor risiko lain. Pada kondisi seperti ini, dokter umumnya memulai dengan perbaikan pola makan dan olahraga sebelum mempertimbangkan obat.

Cara menurunkan kolesterol yang paling efektif dimulai dari perubahan gaya hidup. Kurangi konsumsi lemak jenuh seperti daging berlemak, kulit ayam, mentega, santan berlebihan, makanan cepat saji, dan makanan yang mengandung lemak trans. Perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, oat, gandum utuh, ikan, serta makanan tinggi serat larut yang membantu menurunkan kadar LDL. Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit setiap minggu, pertahankan berat badan ideal, berhenti merokok, dan batasi konsumsi alkohol. Bila perubahan gaya hidup belum mencapai target atau risiko penyakit jantung tergolong tinggi, dokter dapat memberikan obat seperti statin yang terbukti menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Tabel. Kadar Kolesterol pada Orang Dewasa

PemeriksaanNilai yang Dianjurkan
Kolesterol total<200 mg/dL
Kolesterol LDL<100 mg/dL, lebih rendah pada pasien berisiko tinggi
Kolesterol HDL≥40 mg/dL pada pria, ≥50 mg/dL pada wanita
Trigliserida<150 mg/dL

Tabel. Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Faktor RisikoPenjelasan
Pola makan tinggi lemak jenuhMeningkatkan kadar LDL
ObesitasBerhubungan dengan gangguan metabolisme lemak
Kurang aktivitas fisikMenurunkan kadar HDL
MerokokMenurunkan HDL dan mempercepat aterosklerosis
Diabetes melitusMempercepat kerusakan pembuluh darah
HipertensiMeningkatkan risiko penyakit jantung
Riwayat keluargaDapat menyebabkan hiperkolesterolemia familial
Usia bertambahRisiko meningkat seiring bertambahnya usia

Tabel. Cara Menurunkan Kolesterol

LangkahManfaat
Kurangi lemak jenuh dan lemak transMenurunkan kadar LDL
Perbanyak serat larutMembantu mengurangi penyerapan kolesterol
Konsumsi ikan berlemakMengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk jantung
Olahraga 150 menit per mingguMeningkatkan HDL dan menurunkan trigliserida
Turunkan berat badanMemperbaiki profil lemak darah
Berhenti merokokMeningkatkan HDL dan melindungi pembuluh darah
Minum obat sesuai anjuran dokterMenurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada pasien yang memenuhi indikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *