
Tanya dong, Dok. Kenapa tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal?

Benarkah seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya sudah sangat tinggi? Bagaimana tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah secara perlahan, siapa saja yang berisiko mengalaminya, apa saja komplikasi yang dapat terjadi bila tidak diobati, dan bagaimana cara mencegah serta mengendalikannya?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena pada sebagian besar penderita tidak menimbulkan gejala sampai terjadi kerusakan organ yang berat. Tekanan darah normal pada orang dewasa umumnya kurang dari 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi didiagnosis bila tekanan darah menetap sebesar 140/90 mmHg atau lebih berdasarkan beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda. Pada beberapa pedoman internasional, tekanan darah 130 sampai 139/80 sampai 89 mmHg sudah dikategorikan sebagai hipertensi stadium awal pada individu tertentu. Walaupun tidak terasa, tekanan darah yang terus meningkat memberikan tekanan mekanik pada dinding pembuluh darah sehingga lapisan endotel mengalami kerusakan. Kerusakan ini memicu peradangan kronis, pembentukan plak aterosklerosis, penyempitan pembuluh darah, dan berkurangnya aliran darah ke organ vital.
Kerusakan akibat hipertensi dapat terjadi di hampir seluruh organ tubuh. Di otak, pembuluh darah yang rapuh dapat pecah sehingga menyebabkan stroke perdarahan, atau tersumbat oleh plak maupun bekuan darah sehingga menimbulkan stroke iskemik. Di jantung, tekanan yang tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras sehingga otot jantung menebal, kebutuhan oksigen meningkat, dan risiko serangan jantung maupun gagal jantung menjadi lebih besar. Di ginjal, pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring darah mengalami kerusakan sehingga kemampuan ginjal menyaring limbah menurun secara bertahap dan dapat berakhir sebagai penyakit ginjal kronik atau gagal ginjal. Hipertensi juga dapat merusak retina mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan bila tidak ditangani.
Sebagai contoh, seorang pria berusia 45 tahun dengan berat badan berlebih merasa sehat dan tidak pernah mengalami keluhan. Saat mengikuti medical check up perusahaan, tekanan darahnya ditemukan 170/100 mmHg. Karena tidak merasa sakit, ia tidak menjalani pengobatan. Lima tahun kemudian ia mengalami kelemahan mendadak pada sisi kanan tubuh dan kesulitan berbicara akibat stroke. Contoh lain adalah seorang wanita berusia 52 tahun dengan tekanan darah 160/95 mmHg yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan fungsi ginjal mulai menurun dan ditemukan protein dalam urine sebagai tanda awal kerusakan ginjal akibat hipertensi. Kasus seperti ini sering terjadi karena hipertensi berkembang perlahan tanpa memberikan gejala yang jelas.
Pengendalian hipertensi terbukti dapat menurunkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Langkah utama meliputi pemeriksaan tekanan darah secara berkala, mempertahankan berat badan ideal, membatasi konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari, memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian, berolahraga sedikitnya 150 menit setiap minggu, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, serta mengonsumsi obat antihipertensi sesuai anjuran dokter bila diperlukan. Pemeriksaan rutin juga dianjurkan untuk mendeteksi komplikasi sejak dini, seperti pemeriksaan fungsi ginjal, gula darah, profil lemak, elektrokardiografi, dan pemeriksaan mata pada kelompok berisiko tinggi.
| Tekanan Darah | Kategori | Makna Klinis |
|---|---|---|
| <120/80 mmHg | Normal | Risiko penyakit kardiovaskular rendah |
| 120 sampai 129 dan <80 mmHg | Meningkat | Perlu perbaikan gaya hidup |
| 130 sampai 139 atau 80 sampai 89 mmHg | Hipertensi stadium awal menurut sebagian pedoman | Evaluasi faktor risiko dan pertimbangkan terapi sesuai kondisi |
| ≥140/90 mmHg | Hipertensi | Memerlukan evaluasi dan tata laksana medis |
| ≥180/120 mmHg | Krisis hipertensi | Memerlukan penanganan medis segera, terutama bila disertai gejala |












Leave a Reply