Analisis Laboratorium Hepatitis A pada Anak dan Dewasa
Widodo Judarwanto, Sandiaz Yudhasmara
Diagnosis hepatitis A tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala karena keluhannya sering menyerupai infeksi virus lain. Pemeriksaan laboratorium berperan penting untuk memastikan infeksi akut, menilai tingkat kerusakan hati, mengevaluasi fungsi hati, serta mendeteksi komplikasi. Pemeriksaan yang paling spesifik adalah antibodi IgM anti-HAV yang menandakan infeksi akut, sedangkan IgG anti-HAV menunjukkan kekebalan akibat infeksi sebelumnya atau imunisasi.
Pada anak, peningkatan enzim hati sering sangat tinggi meskipun gejalanya ringan atau bahkan tidak ada. Sebaliknya, pada orang dewasa gejala klinis biasanya lebih berat, disertai peningkatan bilirubin dan gangguan fungsi hati yang lebih nyata. Pemeriksaan PT/INR, albumin, glukosa, serta kadar amonia diperlukan pada kasus berat untuk menilai risiko gagal hati akut.
Tabel. Pemeriksaan Laboratorium Hepatitis A pada Anak dan Dewasa
| Pemeriksaan | Nilai Normal (Dewasa)* | Hasil pada Hepatitis A Akut | Makna Klinis | Perbedaan Anak dan Dewasa |
|---|---|---|---|---|
| IgM anti-HAV | Negatif | Positif | Penanda infeksi akut | Sama pada semua usia |
| IgG anti-HAV | Negatif atau positif setelah vaksin | Positif setelah sembuh atau vaksin | Menunjukkan kekebalan | Sama |
| ALT (SGPT) | <40 U/L | Meningkat 10 sampai >100 kali nilai normal, dapat >1.000 U/L | Penanda paling sensitif kerusakan hepatosit | Anak sering sangat tinggi meski gejala ringan |
| AST (SGOT) | <40 U/L | Meningkat, biasanya lebih rendah dari ALT | Cedera hepatosit | Sama |
| Bilirubin total | 0,3 sampai 1,2 mg/dL | Meningkat, terutama pada pasien ikterus | Menjelaskan penyakit kuning | Dewasa lebih sering meningkat |
| Bilirubin direk | <0,3 mg/dL | Meningkat | Gangguan ekskresi empedu | Dewasa lebih sering meningkat |
| Alkali fosfatase (ALP) | 44 sampai 147 U/L | Normal atau sedikit meningkat | Menilai kolestasis | Pada anak harus disesuaikan usia karena pertumbuhan tulang |
| Gamma-glutamyl transferase (GGT) | Pria 8 sampai 61 U/L, wanita 5 sampai 36 U/L | Sedikit hingga sedang meningkat | Menilai kolestasis | Tidak berbeda bermakna |
| Albumin | 3,5 sampai 5,0 g/dL | Umumnya normal, menurun pada hepatitis berat | Fungsi sintesis hati | Penurunan jarang pada anak |
| Protein total | 6,0 sampai 8,3 g/dL | Umumnya normal | Status nutrisi dan fungsi hati | Sama |
| PT | 11 sampai 13,5 detik | Memanjang pada kasus berat | Menilai sintesis faktor pembekuan | Penanda penting gagal hati |
| INR | 0,8 sampai 1,2 | >1,5 menunjukkan gangguan fungsi hati, >2 menunjukkan hepatitis berat | Prognosis | Sama |
| Glukosa darah | 70 sampai 140 mg/dL | Dapat menurun pada gagal hati | Menilai fungsi metabolik hati | Hipoglikemia lebih mudah terjadi pada anak kecil |
| Amonia | 15 sampai 45 µg/dL | Meningkat pada ensefalopati hepatik | Menilai gagal hati akut | Pemeriksaan pada kasus berat |
| Darah lengkap | Sesuai usia | Leukosit normal atau sedikit menurun, trombosit biasanya normal | Menyingkirkan penyebab lain | Sama |
| CRP | <5 mg/L | Normal atau sedikit meningkat | Membantu membedakan infeksi bakteri | Sama |
| Elektrolit | Normal | Dapat berubah bila muntah atau dehidrasi | Menilai keseimbangan cairan | Sama |
*Nilai rujukan dapat sedikit berbeda antar laboratorium.
Tabel. Interpretasi Serologi Hepatitis A
| Hasil IgM anti-HAV | Hasil IgG anti-HAV | Interpretasi |
|---|---|---|
| Negatif | Negatif | Belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan |
| Positif | Negatif | Infeksi hepatitis A akut atau sangat baru |
| Positif | Positif | Infeksi akut dalam fase penyembuhan |
| Negatif | Positif | Pernah terinfeksi atau telah mendapat vaksin hepatitis A, sudah memiliki kekebalan |
Tabel. Derajat Kelainan Laboratorium Hepatitis A
| Parameter | Ringan | Sedang | Berat |
|---|---|---|---|
| ALT | <5 kali nilai normal | 5 sampai 10 kali | >10 kali, dapat >1.000 U/L |
| AST | <5 kali nilai normal | 5 sampai 10 kali | >10 kali nilai normal |
| Bilirubin total | <3 mg/dL | 3 sampai 10 mg/dL | >10 mg/dL |
| INR | <1,2 | 1,2 sampai 1,5 | >1,5, curiga gagal hati akut |
| Albumin | Normal | Sedikit menurun | Menurun nyata pada gagal hati |
Tabel. Pemeriksaan Tambahan pada Hepatitis A Berat
| Pemeriksaan | Indikasi | Tujuan |
|---|---|---|
| USG hati | Ikterus berkepanjangan, nyeri hebat, curiga komplikasi | Menilai ukuran hati, saluran empedu, dan komplikasi |
| Anti-HBc IgM, HBsAg | Bila diagnosis belum jelas | Menyingkirkan hepatitis B akut |
| Anti-HCV | Faktor risiko hepatitis C | Diagnosis banding |
| ANA, ASMA | Hepatitis berkepanjangan | Menyingkirkan hepatitis autoimun |
| Ceruloplasmin | Anak atau dewasa muda dengan hepatitis berat | Menyingkirkan penyakit Wilson |
| Fungsi ginjal | Kasus berat | Menilai komplikasi sistemik |
Poin Penting
- IgM anti-HAV adalah pemeriksaan baku emas untuk memastikan hepatitis A akut.
- ALT biasanya meningkat lebih tinggi dibandingkan AST.
- Nilai ALT yang sangat tinggi tidak selalu berarti penyakit lebih berat.
- PT dan INR merupakan indikator terbaik untuk menilai fungsi hati dan risiko gagal hati akut.
- Hepatitis A tidak menyebabkan infeksi kronis sehingga tidak memerlukan pemeriksaan viral load seperti pada hepatitis B atau hepatitis C.
- Setelah sembuh atau setelah imunisasi, IgG anti-HAV akan tetap positif dan memberikan perlindungan jangka panjang.









Leave a Reply