DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Interpretasi Hasil Laboratorium Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak dan Remaja

Interpretasi Hasil Laboratorium Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak dan Remaja

Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara

Infeksi virus dengue merupakan penyebab utama demam akut pada anak dan remaja di negara tropis, termasuk Indonesia. Manifestasi penyakit sangat bervariasi, mulai dari Demam Dengue (DD) yang umumnya ringan hingga Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kebocoran plasma, syok, dan kegagalan organ.

Diagnosis dengue tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu hasil laboratorium. Interpretasi harus mempertimbangkan hari sakit, kondisi klinis, pemeriksaan fisik, dan perubahan hasil laboratorium secara serial. Pemeriksaan berulang sering lebih bermakna dibandingkan satu kali pemeriksaan.

Menurut pedoman WHO 2024, diagnosis DBD ditegakkan bila terdapat dengue yang terkonfirmasi atau sangat dicurigai disertai kebocoran plasma, yang ditandai peningkatan hematokrit, efusi pleura, asites, atau syok. Trombosit yang rendah saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosis DBD.

Pemeriksaan Laboratorium Utama pada Dengue

PemeriksaanKapan DilakukanHasil yang DiharapkanInterpretasi Klinis
Darah lengkap (Hb, Ht, leukosit, trombosit)Sejak hari pertama bila dicurigai denguePerubahan sesuai fase penyakitPemeriksaan utama untuk pemantauan
NS1 AntigenHari 1 sampai 5 demamPositifMenunjukkan infeksi dengue akut
IgM anti-DengueMulai hari ke-5PositifMenunjukkan infeksi primer akut
IgG anti-DengueHari ke-5 atau lebih awal pada infeksi sekunderPositifMenunjukkan infeksi lama atau infeksi sekunder
AST (SGOT) dan ALT (SGPT)Bila dicurigai keterlibatan hatiMeningkatDerajat inflamasi hati
AlbuminHari 3 sampai 7 bila dicurigai DBDMenurunMenunjukkan kebocoran plasma
ElektrolitKasus sedang sampai beratDapat abnormalMenilai gangguan cairan dan elektrolit

Interpretasi Darah Lengkap pada Dengue

ParameterNilai NormalDDDBDInterpretasi
HemoglobinSesuai usiaNormal atau sedikit meningkatMeningkat akibat hemokonsentrasiPeningkatan bersama hematokrit mengarah ke kebocoran plasma
HematokritSesuai usiaNormal atau naik ringanNaik ≥20% dibanding nilai dasarPenanda utama kebocoran plasma
Leukosit4.000 hingga 11.000/µLMenurunMenurunLeukopenia sering muncul sejak hari ke-2 atau ke-3
NeutrofilSesuai usiaMenurunMenurunTerjadi pada fase awal
LimfositSesuai usiaLimfositosis relatif pada fase pemulihanLimfositosis relatifMenunjukkan respons imun
Trombosit150.000 hingga 450.000/µLBiasanya >100.000/µL<100.000/µLSemakin cepat turun, semakin perlu diwaspadai

Catatan penting:

  • • Penurunan trombosit bukan satu-satunya penanda DBD.
  • • Kenaikan hematokrit lebih mencerminkan kebocoran plasma.

Perubahan Laboratorium Berdasarkan Hari Demam

Hari DemamNS1LeukositTrombositHematokritMakna Klinis
Hari 1Sangat sensitifNormalNormalNormalFase demam awal
Hari 2 sampai 3PositifMulai turunMulai turunNormalCuriga dengue
Hari 4 sampai 5Mulai menurunRendahTurun cepatMulai meningkatAwal fase kritis
Hari 5 sampai 6Dapat negatifRendahTitik terendahPuncak kenaikanRisiko kebocoran plasma tertinggi
Hari 7 sampai 10NegatifMulai normalMulai naikMenurunFase pemulihan

Interpretasi Pemeriksaan NS1, IgM, dan IgG

HasilInterpretasi
NS1 positifInfeksi dengue akut, terutama hari 1 sampai 5
NS1 negatif pada hari pertamaBelum menyingkirkan dengue
IgM positifInfeksi akut atau baru terjadi
IgG positif sajaPernah terinfeksi atau pernah mendapat antibodi sebelumnya
IgM dan IgG positifDapat terjadi pada infeksi sekunder

Interpretasi Fungsi Hati

PemeriksaanHasilMakna Klinis
AST meningkatUmumnya 2 sampai 10 kali nilai normalSangat sering pada dengue
ALT meningkatBiasanya lebih rendah daripada ASTMenunjukkan cedera hepatosit
AST lebih tinggi daripada ALTPola khas dengueTidak selalu menunjukkan hepatitis berat
Albumin menurun<3,5 g/dLMengarah pada kebocoran plasma
PT atau INR memanjangKasus beratGangguan fungsi sintesis hati

Kriteria Laboratorium yang Mengarah ke DBD

TemuanMakna
Trombosit <100.000/µLSalah satu kriteria DBD
Hematokrit meningkat ≥20%Bukti hemokonsentrasi
Albumin menurunKebocoran plasma
Efusi pleura atau asitesKebocoran plasma berat
AST dan ALT meningkatKeterlibatan hati
Laktat meningkatCuriga gangguan perfusi atau syok

Perbedaan Laboratorium DD dan DBD

ParameterDemam Dengue (DD)Demam Berdarah Dengue (DBD)
TrombositUmumnya >100.000/µL<100.000/µL
HematokritNormal atau sedikit meningkatNaik ≥20%
Kebocoran plasmaTidak adaAda
AlbuminNormalMenurun
Efusi pleuraTidak adaDapat ditemukan
SyokTidakDapat terjadi
Lama rawatUmumnya rawat jalanSering memerlukan rawat inap

Contoh Interpretasi Kasus

KasusHasil LaboratoriumInterpretasi
Anak 10 tahun, demam hari ke-3, NS1 positif, leukosit 3.700/µL, trombosit 155.000/µL, hematokrit normalDengue fase awalObservasi, ulang darah lengkap 24 hingga 48 jam
Anak 8 tahun, hari ke-5, trombosit 70.000/µL, hematokrit naik 22%, albumin 3,2 g/dLDBD dengan kebocoran plasmaRawat inap dan pemantauan ketat
Anak 12 tahun, trombosit 45.000/µL tetapi hematokrit tetap normal dan kondisi klinis baikBelum tentu DBD beratPerlu evaluasi serial, bukan berdasarkan trombosit saja

Kesalahan Interpretasi yang Sering Terjadi

KesalahanInterpretasi yang Benar
Trombosit rendah pasti harus transfusiTidak. Transfusi trombosit hanya pada indikasi tertentu, bukan berdasarkan angka trombosit saja.
NS1 negatif berarti bukan dengueTidak. Sensitivitas NS1 menurun setelah hari ke-5.
Trombosit mulai naik berarti sudah sembuh totalBelum tentu. Tetap nilai kondisi klinis dan hematokrit.
Hematokrit normal berarti amanTidak selalu. Nilai harus dibandingkan dengan hasil sebelumnya dan status hidrasi.
AST tinggi berarti gagal hatiTidak. Peningkatan AST ringan sampai sedang sering ditemukan pada dengue.

Poin Penting

  • Diagnosis dengue tidak ditentukan oleh satu hasil laboratorium.
  • Pemeriksaan serial lebih bermakna daripada satu kali pemeriksaan.
  • Penurunan trombosit harus dinilai bersama peningkatan hematokrit.
  • Hematokrit yang meningkat merupakan penanda penting kebocoran plasma.
  • Fase kritis umumnya terjadi pada hari ke-4 sampai ke-6 sejak awal demam.
  • Kondisi klinis anak tetap menjadi dasar utama dalam menentukan tata laksana.

Kesimpulan

Interpretasi laboratorium pada demam dengue harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan perjalanan penyakit, perubahan hasil pemeriksaan dari hari ke hari, dan kondisi klinis pasien. Kombinasi trombosit <100.000/µL, peningkatan hematokrit ≥20% dari nilai dasar, serta bukti kebocoran plasma merupakan temuan yang paling mendukung diagnosis DBD. Pemeriksaan NS1 bermanfaat pada fase awal penyakit, sedangkan IgM dan IgG membantu konfirmasi pada fase selanjutnya. Evaluasi serial merupakan pendekatan yang paling akurat untuk mendeteksi perburukan dan menentukan penatalaksanaan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *