Interpretasi Laboratorium Anemia pada Anak dan Dewasa: Diagnosis, Analisis, dan Penanganan Klinis
Anemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di bawah nilai normal, menyebabkan gangguan transportasi oksigen ke jaringan tubuh. Pemeriksaan laboratorium memegang peranan penting dalam menentukan jenis anemia, penyebab, dan strategi penanganan. Artikel ini membahas interpretasi laboratorium anemia pada anak dan dewasa, meliputi hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, TIBC, ferritin, dan saturasi transferrin, serta memberikan panduan diagnostik, pendekatan penanganan, dan contoh kasus.
Studi ini menekankan pentingnya evaluasi laboratorium secara komprehensif untuk mendiagnosis anemia akibat defisiensi besi, anemia kronik penyakit, dan gangguan eritropoiesis lainnya. Pemahaman interpretasi hasil laboratorium membantu tenaga medis menentukan terapi yang tepat, baik nutrisi, suplementasi besi, maupun intervensi medis lainnya.
Anemia adalah kondisi yang mempengaruhi semua kelompok umur, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Pada anak, anemia dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kemampuan belajar. Sedangkan pada orang dewasa, anemia dapat menimbulkan kelelahan, penurunan produktivitas, dan komplikasi kardiovaskular. Faktor penyebab anemia sangat bervariasi, mulai dari defisiensi nutrisi (besi, vitamin B12, folat), perdarahan akut atau kronis, hingga penyakit kronik atau gangguan sumsum tulang.
Pemeriksaan laboratorium merupakan alat utama untuk menilai kondisi anemia. Analisis parameter seperti hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, jumlah retikulosit, besi serum, TIBC, ferritin, dan saturasi transferrin membantu mengidentifikasi tipe anemia dan mendeteksi defisiensi besi atau gangguan eritropoiesis lainnya. Interpretasi yang tepat menjadi kunci dalam diagnosis dini dan pemilihan terapi yang efektif.
Anemia
- Definisi Anemia:
Penurunan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di bawah batas normal sesuai umur dan jenis kelamin, menyebabkan suplai oksigen jaringan terganggu. - Klasifikasi Berdasarkan Ukuran Sel Darah (MCV):
- Mikrositik (<80 fL): biasanya defisiensi besi.
- Normositik (80–100 fL): anemia kronik atau perdarahan akut.
- Makrositik (>100 fL): defisiensi vitamin B12 atau folat.
- Gejala Klinis:
- Letih, pucat, sesak napas, palpitasi.
- Pada anak: gangguan konsentrasi dan pertumbuhan.
- Penyebab Umum:
- Defisiensi besi (diet, perdarahan)
- Anemia kronik penyakit
- Gangguan sumsum tulang (aplastic, talasemia, leukemia)
Diagnosis Anemia
- Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik:
- Riwayat nutrisi, perdarahan, penyakit kronik, obat-obatan.
- Pemeriksaan pucat, hepatosplenomegali, tanda defisiensi vitamin.
- Pemeriksaan Darah Lengkap (CBC):
- Hb, Ht, MCV, MCH, MCHC, jumlah sel darah putih dan trombosit.
- Pemeriksaan Besi dan Kadar Ferritin:
- Besi serum, TIBC, saturasi transferrin, ferritin.
- Pemeriksaan Tambahan Bila Diperlukan:
- Vitamin B12, folat, retikulosit, aspirasi sumsum tulang.
Interpretasi Laboratorium
| Parameter | Nilai Normal Anak | Nilai Normal Dewasa | Interpretasi |
| Hb | Laki-laki 11–16 g/dL, Perempuan 11–16 g/dL | Laki-laki 13–17 g/dL, Perempuan 12–15 g/dL | Hb rendah → anemia |
| Ht | 34–44% | Laki-laki 40–52%, Perempuan 36–48% | Penurunan sesuai Hb |
| MCV | 75–87 fL | 80–100 fL | Menentukan tipe anemia: mikro, normo, makrositik |
| MCH | 24–30 pg | 27–31 pg | Kandungan hemoglobin per sel |
| Besi serum | 50–120 µg/dL | 60–170 µg/dL | Besi rendah → defisiensi besi |
| TIBC | 240–450 µg/dL | 240–450 µg/dL | Kapasitas pengikat besi |
| Saturasi transferrin | 15–50% | 16–45% | Rendah → defisiensi besi |
| Ferritin | 12–100 ng/mL | 15–150 ng/mL | Cadangan besi, rendah → defisiensi besi |
Penjelasan:
- Hb dan Ht rendah → anemia.
- MCV rendah → anemia mikrositik (defisiensi besi, talasemia).
- MCV normal → anemia normositik (kronik penyakit, perdarahan).
- MCV tinggi → anemia makrositik (B12/folat).
- Saturasi transferrin rendah dengan TIBC normal → defisiensi besi.
- Ferritin rendah → cadangan besi menipis.
Penanganan Anemia
- Defisiensi Besi:
- Suplementasi besi oral atau injeksi sesuai dosis dokter.
- Perbaikan pola makan kaya besi dan vitamin C.
- Anemia Makrositik (B12/Folat):
- Suplementasi vitamin B12 injeksi atau oral.
- Suplementasi folat sesuai kebutuhan.
- Anemia Kronik atau Penyakit Lain:
- Penatalaksanaan penyakit penyebab.
- Monitoring Hb dan parameter besi.
- Transfusi bila Hb sangat rendah.
Contoh Kasus
Anak 8 Tahun:
- Hb 10 g/dL, MCV 72 fL, TIBC 302 µg/dL, Saturasi transferrin 8%
- Analisis: anemia mikrositik, defisiensi besi.
- Tindakan: suplementasi besi oral, evaluasi diet, kontrol 1 bulan.
Dewasa 30 Tahun:
- Hb 11 g/dL, MCV 85 fL, ferritin 10 ng/mL, saturasi transferrin 12%
- Analisis: anemia normositik/mikrositik awal akibat defisiensi besi.
- Tindakan: pemeriksaan perdarahan saluran cerna, suplementasi besi, evaluasi diet.
Anak 8 Tahun
- Usia anak: 8 tahun
- TIBC (Total Iron Binding Capacity): 302 µg/dL
- Saturasi transferrin: 8–8,6%
- Mari kita analisis langkah demi langkah.
- Definisi Parameter
- TIBC (Total Iron Binding Capacity)
- Mengukur kapasitas total plasma untuk mengikat besi dengan protein transferrin.
- Normal anak 8 tahun biasanya: 240–450 µg/dL.
- Nilai anak Anda 302 µg/dL, termasuk normal.
- Saturasi Transferrin (%)
- Rasio serum iron / TIBC × 100%.
- Menunjukkan seberapa banyak kapasitas pengikat besi yang sudah terisi.
- Normal anak: 15–50% (beberapa sumber menyebut 16–45%).
- Anak Anda 8–8,6%, rendah.
- Interpretasi
- TIBC normal → kapasitas transferrin mencukupi.
- Saturasi transferrin rendah (8–8,6%) → menunjukkan kekurangan besi (iron deficiency).
- Artinya: protein pengikat besi cukup, tapi besi yang tersedia di sirkulasi rendah. Ini ciri khas anemia defisiensi besi tahap awal.
- Analisis Klinis Anak kemungkinan mengalami:
- Defisiensi besi awal, sebelum Hb menurun signifikan.
- Bisa belum menunjukkan anemia klinis, tapi cadangan besi rendah.
- Penyebab umum: Asupan zat besi rendah (makanan).
- Kehilangan darah kronis (misal pendarahan saluran cerna, menstruasi pada remaja perempuan).
- Peningkatan kebutuhan (pertumbuhan pesat).
- TIBC (Total Iron Binding Capacity)
- Tindakan yang Dianjurkan
- Konsultasi ke dokter anak untuk evaluasi lengkap.
- Periksa besi serum dan ferritin → untuk menilai cadangan besi (ferritin rendah = defisiensi besi).
- Asupan gizi: makanan kaya zat besi (daging merah, hati, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan).
- Suplementasi besi sesuai anjuran dokter jika diperlukan.
- Pantau perkembangan hemoglobin dan saturasi transferrin setiap 1–3 bulan.
- Kesimpulan
- TIBC: normal
- Saturasi transferrin: rendah → kekurangan zat besi
- Langkah berikut: evaluasi lebih lanjut dan intervensi nutrisi atau suplementasi besi.
Kesimpulan
- Anemia pada anak dan dewasa memerlukan pemeriksaan laboratorium lengkap untuk diagnosis akurat.
- Interpretasi Hb, Ht, MCV, besi serum, TIBC, saturasi transferrin, dan ferritin dapat menentukan tipe anemia.
- Defisiensi besi adalah penyebab paling umum pada anak, sedangkan anemia pada dewasa sering disebabkan kombinasi defisiensi besi dan penyakit kronik.
- Penanganan efektif memerlukan suplementasi sesuai kebutuhan, perbaikan diet, dan pemantauan berkala.










Leave a Reply