DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Ablatio Retina: Penyebab dan Penanganannya

Ablatio retina atau ablasio retina adalah kondisi ketika retina (lapisan tipis peka cahaya di bagian belakang mata) terlepas dari jaringan di bawahnya (epitel pigmen retina). Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan mata karena retina yang terlepas tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang cukup. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Gejala utama

  • Muncul banyak bintik hitam melayang (floaters) secara tiba-tiba.
  • Kilatan cahaya (photopsia), terutama di sisi penglihatan.
  • Muncul bayangan seperti tirai atau tabir yang menutupi sebagian lapang pandang.
  • Penglihatan kabur atau menurun mendadak.
  • Biasanya tidak disertai nyeri.

Penyebab

  • Robekan retina (rhegmatogenous retinal detachment), penyebab tersering.
  • Cedera atau benturan pada mata.
  • Miopia (rabun jauh) derajat tinggi.
  • Perubahan badan kaca (vitreous) akibat penuaan.
  • Komplikasi operasi mata, misalnya operasi katarak.
  • Penyakit retina akibat diabetes (traksional).
  • Peradangan mata berat atau tumor (lebih jarang).

1. Ablasio Retina Regmatogen (paling sering, ±90%)

Terjadi karena robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan vitreus masuk ke bawah retina dan melepaskannya dari lapisan di bawahnya.

Penyebab dan faktor risikonya:

  • Usia lanjut (degenerasi vitreus)
  • Rabun jauh tinggi (miopia tinggi)
  • Trauma atau benturan mata
  • Operasi katarak sebelumnya
  • Riwayat ablasio retina pada mata sebelahnya
  • Riwayat keluarga dengan ablasio retina
  • Degenerasi retina perifer (misalnya lattice degeneration)

2. Ablasio Retina Traksional

Terjadi ketika jaringan parut menarik retina hingga terlepas.

Penyebab:

  • Retinopati diabetik proliferatif
  • Penyakit pembuluh darah retina
  • Trauma berat
  • Retinopati prematuritas
  • Komplikasi operasi mata

3. Ablasio Retina Eksudatif (Serosa)

Terjadi tanpa robekan retina, akibat penumpukan cairan di bawah retina.

Penyebab:

  • Peradangan mata (uveitis)
  • Tumor mata
  • Hipertensi berat
  • Penyakit autoimun
  • Kelainan pembuluh darah retina
  • Beberapa penyakit ginjal atau preeklamsia

Faktor risiko

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Rabun jauh berat.
  • Riwayat ablasio retina pada mata sebelah atau anggota keluarga.
  • Riwayat trauma mata.
  • Riwayat operasi mata.

Gejala yang perlu diwaspadai

  • Kilatan cahaya (photopsia)
  • Banyak bintik hitam melayang (floaters) yang muncul mendadak
  • Bayangan seperti tirai menutupi sebagian lapang pandang
  • Penglihatan kabur atau menurun mendadak
  • Kehilangan sebagian lapang pandang

Kapan harus ke dokter?

Ablasio retina merupakan kegawatdaruratan mata. Jika muncul gejala di atas, terutama setelah benturan atau tanpa sebab yang jelas, segera periksa ke dokter spesialis mata (idealnya spesialis retina) dalam waktu sesegera mungkin. Penanganan dini dapat meningkatkan peluang mempertahankan penglihatan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua benturan kepala atau mata menyebabkan ablasio retina. Risiko lebih tinggi pada orang yang memiliki miopia tinggi, robekan retina sebelumnya, atau faktor risiko lain seperti yang disebutkan di atas.

Penanganan

Ablasio retina tidak dapat sembuh dengan obat tetes mata atau obat minum. Terapi umumnya berupa tindakan oleh dokter spesialis mata, seperti:

  • Laser atau krioterapi (bila baru terjadi robekan retina).
  • Pneumatic retinopexy.
  • Scleral buckle.
  • Vitrektomi.

Semakin cepat ditangani—idealnya dalam beberapa hari, terutama bila bagian pusat penglihatan (makula) belum terlepas—semakin besar peluang mempertahankan penglihatan.

Penanganan dan Operasi Ablasio Retina

Ablasio retina merupakan kegawatdaruratan mata. Tujuan penanganan adalah menempelkan kembali retina, menutup robekan retina, dan mempertahankan penglihatan. Semakin cepat ditangani, terutama sebelum makula (pusat penglihatan) ikut terlepas, semakin baik hasil penglihatannya.

1. Penanganan Awal

  • Segera diperiksa oleh dokter spesialis mata, terutama spesialis retina.
  • Pemeriksaan meliputi tajam penglihatan, funduskopi, dan bila retina sulit dilihat dapat dilakukan USG mata.
  • Tidak ada obat tetes, obat minum, atau kacamata yang dapat mengembalikan retina yang sudah terlepas.

2. Tindakan Bila Baru Terjadi Robekan Retina

Jika retina belum terlepas sepenuhnya, dokter dapat melakukan:

  • Fotokoagulasi laser, untuk membuat jaringan parut yang merekatkan retina.
  • Krioterapi (cryopexy), yaitu pembekuan di sekitar robekan retina agar melekat kembali.

3. Operasi Ablasio Retina

Bila retina sudah terlepas, tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

A. Scleral Buckling

  • Sabuk silikon dipasang di bagian luar bola mata.
  • Mengurangi tarikan pada retina dan membantu menutup robekan.
  • Cocok pada banyak kasus ablasio karena robekan retina.

B. Pars Plana Vitrektomi (PPV)

  • Operasi paling sering dilakukan saat ini.
  • Gel vitreus yang menarik retina diangkat.
  • Retina ditempelkan kembali menggunakan laser atau krioterapi.
  • Rongga mata kemudian diisi gas atau minyak silikon (silicone oil) untuk menahan retina tetap menempel.

C. Pneumatic Retinopexy

  • Gelembung gas disuntikkan ke dalam mata.
  • Pasien harus mempertahankan posisi kepala tertentu selama beberapa hari.
  • Cocok hanya pada kasus-kasus tertentu dengan robekan yang sesuai.

4. Perawatan Setelah Operasi

  • Menggunakan obat tetes antibiotik dan antiinflamasi sesuai resep.
  • Menghindari aktivitas berat dan menggosok mata.
  • Bila menggunakan gas di dalam mata, tidak boleh naik pesawat atau berada di dataran tinggi sampai gas benar-benar hilang karena dapat meningkatkan tekanan bola mata.
  • Bila digunakan minyak silikon, sering kali diperlukan operasi kedua untuk mengeluarkannya setelah retina stabil.

5. Prognosis

Keberhasilan anatomis operasi mencapai sekitar 85–95% dengan satu kali operasi pada banyak kasus, dan lebih tinggi bila diperlukan operasi tambahan. Namun, hasil penglihatan bergantung pada:

  • Apakah makula sudah terlepas atau belum.
  • Lamanya retina terlepas sebelum operasi.
  • Luas ablasio retina.
  • Adanya penyakit mata lain, seperti retinopati diabetik atau proliferative vitreoretinopathy (PVR).

Kapan harus segera ke dokter?

Segera ke IGD atau dokter spesialis mata jika muncul:

  • Kilatan cahaya mendadak.
  • Floaters (bintik hitam melayang) bertambah banyak secara tiba-tiba.
  • Bayangan seperti tirai yang menutupi sebagian penglihatan.
  • Penurunan penglihatan mendadak.

Penanganan dalam 24–72 jam, terutama bila makula belum terlepas, memberikan peluang terbaik untuk mempertahankan fungsi penglihatan.

Segera ke IGD atau dokter spesialis mata jika Anda mengalami kilatan cahaya mendadak, muncul banyak floaters baru, atau melihat bayangan seperti tirai yang menutupi penglihatan. Ini merupakan tanda khas ablasio retina yang memerlukan penanganan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *