Mengapa Anak Prematur Lebih Sulit Makan?
reviewer Audi Yudhasmara
Bayi yang lahir prematur belum memiliki perkembangan organ tubuh yang sempurna seperti bayi yang lahir cukup bulan. Otot-otot yang berperan untuk mengisap, menelan, dan bernapas masih belum matang sehingga proses menyusu dan makan menjadi lebih sulit. Selain itu, selama menjalani perawatan di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit), sebagian bayi memerlukan bantuan selang makan atau alat medis lainnya. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi kemampuan dan kenyamanan anak saat makan di kemudian hari.
Seiring bertambahnya usia, sebagian anak prematur memang mengalami perbaikan. Namun, pada sebagian lainnya, kesulitan makan tetap berlanjut. Anak mungkin hanya mau makan makanan tertentu, menolak makanan dengan tekstur baru, makan dalam waktu yang sangat lama, atau mudah muntah ketika dipaksa makan. Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir karena berat badan anak sulit bertambah dan kebutuhan gizinya tidak tercukupi.
Apa Dampaknya bagi Pertumbuhan Anak?
Kesulitan makan yang berlangsung lama dapat menyebabkan asupan energi, protein, vitamin, dan mineral tidak mencukupi. Akibatnya, berat badan dan tinggi badan anak dapat tumbuh lebih lambat dibandingkan teman seusianya. Bila tidak ditangani dengan baik, kekurangan gizi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, daya tahan tubuh, kemampuan belajar, serta aktivitas fisik anak.
Selain berdampak pada anak, masalah makan juga dapat menimbulkan tekanan emosional bagi keluarga. Banyak orang tua merasa cemas, frustrasi, bahkan kelelahan karena setiap waktu makan berubah menjadi “perjuangan”. Tidak jarang orang tua mencoba berbagai cara agar anak mau makan, mulai dari membujuk, memaksa, hingga memberikan makanan sambil bermain atau menonton gawai. Padahal, cara-cara tersebut belum tentu menyelesaikan penyebab utama kesulitan makan.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila anak menunjukkan tanda-tanda seperti berat badan sulit naik, waktu makan lebih dari 30–45 menit hampir setiap kali makan, sering tersedak atau muntah saat makan, hanya mau beberapa jenis makanan saja, atau selalu menolak makanan baru. Anak yang mengalami gangguan makan juga dapat tampak rewel setiap kali waktu makan tiba atau mengalami pertumbuhan yang tidak sesuai usianya.
Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting. Semakin cepat penyebab kesulitan makan diketahui, semakin besar peluang anak memperoleh terapi yang sesuai sehingga tumbuh kembangnya tetap optimal.
Peran Tim Medis Sangat Penting
Para peneliti menegaskan bahwa penanganan gangguan makan pada anak prematur tidak cukup hanya dengan menambah susu atau memberikan vitamin. Anak perlu dinilai secara menyeluruh untuk mengetahui apakah masalahnya berasal dari kemampuan menelan, fungsi saluran cerna, perkembangan saraf, gangguan sensorik, atau faktor perilaku.
Karena itu, penanganan terbaik biasanya melibatkan berbagai tenaga kesehatan, seperti dokter anak, ahli gizi, terapis wicara, terapis okupasi, serta psikolog bila diperlukan. Dengan pendekatan multidisiplin, penyebab gangguan makan dapat dikenali lebih dini dan penanganan menjadi lebih efektif.
Pesan bagi Orang Tua
Hasil penelitian ini memberikan harapan bahwa kesulitan makan pada anak prematur dapat dikenali dan ditangani sejak dini. Orang tua tidak perlu menyalahkan diri sendiri apabila anak mengalami masalah makan, tetapi sebaiknya segera mencari bantuan tenaga kesehatan bila keluhan berlangsung lama.
Dengan pemantauan pertumbuhan secara rutin, pola makan yang tepat, serta pendampingan dari tenaga kesehatan, banyak anak prematur mampu mengejar ketertinggalan pertumbuhannya dan tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif, serta berkembang sesuai potensinya.
Pesan penting
Penelitian terbaru dari Italia menunjukkan bahwa lebih dari 70% anak yang lahir prematur masih mengalami kesulitan makan hingga usia sekolah. Risiko tersebut terutama lebih tinggi pada anak yang lahir pada usia kehamilan sangat muda dan pernah menggunakan selang makan dalam waktu lama. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang dan kemampuan makan perlu dilakukan secara berkelanjutan, sehingga gangguan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara tepat demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Daftar Pustaka
- Baldassarre ME, Mileto V, Di Mauro A, Cirrottola S, Mazzarelli MP, Graziano G, Pennetta F, Grosso F, Rizzo V, Capozza M, Pellicani S, Laforgia N. Feeding difficulties in preterm-born children aged 0–7 years: an observational cohort study. Frontiers in Pediatrics. 2026;14:1827238. doi:10.3389/fped.2026.1827238. PMID: 42255915.













Leave a Reply