Dampak Konsumsi Makanan Ultra-Proses: Bukti Ilmiah Terkini
Makanan ultra-proses (ultraprocessed foods, UPF) adalah produk pangan yang mengalami pengolahan industri secara ekstensif dan mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pemanis, pewarna, perisa, pengemulsi, dan penstabil. Berdasarkan klasifikasi NOVA, UPF umumnya dibuat dari bahan hasil ekstraksi atau sintesis industri dengan sedikit atau tanpa bahan pangan utuh. Contohnya meliputi minuman berpemanis, mi instan, sosis, nugget, makanan siap saji, keripik, biskuit, sereal bergula, permen, dan berbagai makanan kemasan.
Konsumsi UPF terus meningkat di seluruh dunia dan kini menyumbang lebih dari 50% asupan energi harian di beberapa negara berpendapatan tinggi. Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi UPF berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan kesehatan mental, serta kematian dini. Pada anak, konsumsi UPF juga dikaitkan dengan peningkatan obesitas, perilaku sedentari, dan penurunan kualitas pola makan.
Contoh Makanan Ultra-Proses
| Kelompok | Contoh |
|---|---|
| Minuman | Minuman bersoda, minuman energi, teh dan kopi kemasan, minuman berpemanis |
| Makanan ringan | Keripik, biskuit, wafer, cokelat, permen |
| Makanan siap saji | Mi instan, nugget, sosis, burger, pizza beku |
| Produk olahan | Sereal bergula, roti kemasan, es krim, yogurt tinggi gula |
Dampak Kesehatan Berdasarkan Penelitian
| Dampak | Bukti Ilmiah |
|---|---|
| Obesitas | Meningkatkan asupan energi dan berat badan |
| Diabetes tipe 2 | Meningkatkan resistensi insulin dan risiko diabetes |
| Penyakit jantung | Berhubungan dengan hipertensi, dislipidemia, dan penyakit jantung koroner |
| Kanker | Dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker |
| Kesehatan mental | Berhubungan dengan depresi dan penurunan fungsi kognitif |
| Anak | Meningkatkan obesitas, screen time, serta menurunkan aktivitas fisik |
Penelitian Terkini
| Penelitian | Desain | Temuan Utama |
|---|---|---|
| European Journal of Pediatrics, 2026 | Kohort prospektif | Anak usia 4 hingga 5 tahun dengan konsumsi UPF tertinggi memiliki kemungkinan lebih rendah memenuhi rekomendasi gerak 24 jam dan memiliki screen time lebih tinggi. |
| The BMJ, 2024 | Umbrella review | Konsumsi UPF berhubungan dengan peningkatan risiko lebih dari 30 luaran kesehatan yang merugikan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, obesitas, depresi, dan mortalitas. |
| JAMA Network Open, 2024 | Kohort | Konsumsi UPF yang tinggi meningkatkan risiko penyakit kardiometabolik dan mortalitas. |
Saran
- • Batasi konsumsi makanan ultra-proses.
- • Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, ikan, telur, dan biji-bijian utuh.
- • Pilih makanan yang dimasak dari bahan segar.
- • Hindari minuman berpemanis dan makanan ringan kemasan sebagai konsumsi harian.
- • Dorong aktivitas fisik minimal 60 menit per hari pada anak serta batasi screen time sesuai rekomendasi usia.
Kesimpulan
Bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis dan gangguan kesehatan sejak usia anak hingga dewasa. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa konsumsi UPF yang tinggi dapat menurunkan aktivitas fisik dan meningkatkan screen time pada anak prasekolah. Mengurangi konsumsi UPF dan menggantinya dengan makanan utuh yang bergizi merupakan strategi penting dalam pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Daftar Pustaka
- Lane MM, Gamage E, Du S, Ashtree DN, McGuinness AJ, Gauci S, et al. Ultra-processed food exposure and adverse health outcomes: umbrella review of epidemiological meta-analyses. BMJ. 2024;384:e077310. doi:10.1136/bmj-2023-077310.
- Ribeiro SAV, et al. Can ultraprocessed food intake affect activity levels in preschoolers? European Journal of Pediatrics. 2026;185(8). doi:10.1007/s00431-026-07287-6.
- Monteiro CA, Cannon G, Levy RB, Moubarac JC, Louzada MLC, Rauber F, et al. Ultra-processed foods: what they are and how to identify them. Public Health Nutrition. 2019;22(5):936-941. doi:10.1017/S1368980018003762.
- Monteiro CA, Cannon G, Lawrence M, Costa Louzada ML, Machado PP. Ultra-Processed Foods, Diet Quality, and Health Using the NOVA Classification System. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations; 2019.
- Monteiro CA, Cannon G, Moubarac JC, Levy RB, Louzada MLC, Jaime PC. The UN Decade of Nutrition, the NOVA food classification and the trouble with ultra-processing. Public Health Nutrition. 2018;21(1):5-17. doi:10.1017/S1368980017000234.











Leave a Reply