DOKTER AIRLANGGA

"Together Advancing Healthcare, Inspiring Humanity the Future."

Pemberian Probiotik pada Anak Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) dan European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Berdasarkan Bukti Ilmiah

 

Pemberian Probiotik pada Anak Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) dan European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) Berdasarkan Bukti Ilmiah

Penggunaan probiotik pada anak meningkat pesat dalam dua dekade terakhir seiring berkembangnya penelitian mengenai mikrobiota usus dan hubungannya dengan kesehatan saluran cerna serta sistem imun. Berbagai produk probiotik dipasarkan dengan klaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kesehatan pencernaan, hingga mencegah berbagai penyakit. Namun, manfaat probiotik tidak dapat digeneralisasi karena setiap strain memiliki karakteristik biologis dan efek klinis yang berbeda. Artikel ini bertujuan membandingkan rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) dan European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) mengenai penggunaan probiotik pada anak berdasarkan bukti ilmiah terkini. AAP menekankan bahwa probiotik hanya memiliki manfaat yang cukup kuat pada beberapa kondisi, terutama diare akut akibat infeksi virus dan pencegahan diare akibat antibiotik, sedangkan bukti pada alergi, konstipasi, irritable bowel syndrome (IBS), penyakit radang usus, dan penggunaan rutin pada anak sehat masih belum memadai. ESPGHAN memberikan rekomendasi yang lebih rinci berdasarkan strain probiotik tertentu dan hanya menganjurkan penggunaannya bila didukung oleh sedikitnya dua uji klinis acak berkualitas tinggi. Kedua organisasi sepakat bahwa probiotik bukan terapi universal dan penggunaannya harus disesuaikan dengan indikasi klinis, jenis strain, dosis, keamanan, serta kualitas bukti ilmiah yang tersedia. (AAP Publications)

Mikrobiota usus merupakan kumpulan triliunan mikroorganisme yang hidup di saluran cerna dan berperan penting dalam pencernaan, metabolisme, pematangan sistem imun, serta perlindungan terhadap infeksi. Seiring meningkatnya pemahaman mengenai hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan anak, penggunaan probiotik semakin luas baik dalam bentuk suplemen, yogurt, susu fermentasi, maupun susu formula. Di sisi lain, berbagai produk komersial sering kali mengklaim manfaat yang belum seluruhnya didukung oleh bukti ilmiah. Oleh karena itu, organisasi profesi internasional seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) menerbitkan pedoman berbasis bukti untuk membantu tenaga kesehatan menentukan kapan probiotik bermanfaat dan kapan penggunaannya tidak dianjurkan. Kedua organisasi menegaskan bahwa manfaat probiotik bersifat strain-specific, sehingga hasil penelitian pada satu strain tidak dapat diterapkan pada strain lain. (AAP Publications)

Perbandingan Rekomendasi AAP dan ESPGHAN mengenai Pemberian Probiotik pada Anak

Kondisi KlinisAmerican Academy of Pediatrics (AAP)ESPGHAN
Diare akut akibat infeksiDapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan untuk memperpendek lama diareDirekomendasikan menggunakan strain tertentu bersama terapi rehidrasi oral
Diare akibat antibiotikDapat membantu mencegah diare akibat antibiotikDirekomendasikan menggunakan Saccharomyces boulardii atau Lacticaseibacillus rhamnosus GG
Necrotizing enterocolitis (NEC) pada bayi prematurBukti menjanjikan tetapi masih memerlukan penelitian tambahanDapat dipertimbangkan pada NICU dengan strain tertentu dan pengawasan ketat
Kolik bayiBukti belum cukup untuk rekomendasi rutinDirekomendasikan pada bayi yang mendapat ASI menggunakan Limosilactobacillus reuteri DSM 17938 atau Bifidobacterium lactis BB-12
Konstipasi fungsionalTidak direkomendasikanTidak direkomendasikan
Irritable bowel syndrome (IBS)Bukti masih terbatasBelum ada rekomendasi spesifik
Dermatitis atopik (eksim)Belum direkomendasikan sebagai terapi maupun pencegahan rutinBukti belum memadai
Asma dan rinitis alergiTidak direkomendasikanBukti belum memadai
Penyakit CrohnTidak terbukti bermanfaatBelum ada rekomendasi
Kolitis ulseratifBukti belum cukupBelum ada rekomendasi
Penyakit celiacTidak ada rekomendasiBelum ada rekomendasi
Anak sehatTidak dianjurkan diberikan secara rutinTidak dianjurkan tanpa indikasi yang jelas
Anak dengan gangguan imunHarus sangat berhati-hatiPenggunaan selektif dengan pertimbangan risiko infeksi

Persamaan Rekomendasi AAP dan ESPGHAN

PersamaanPenjelasan
Berbasis evidence-based medicinePenggunaan probiotik harus didukung uji klinis berkualitas tinggi.
Manfaat bergantung pada strainTidak semua probiotik memiliki efek yang sama.
Bukan terapi utamaProbiotik hanya sebagai terapi tambahan pada kondisi tertentu.
Tidak dianjurkan untuk semua penyakitBanyak klaim manfaat belum memiliki bukti ilmiah yang memadai.
Memperhatikan keamananPenggunaan harus hati-hati pada bayi prematur, pasien imunokompromais, dan anak sakit berat.

Tabel 3. Perbedaan Pendekatan AAP dan ESPGHAN

AAPESPGHAN
Lebih konservatif dalam memberikan rekomendasi.Lebih rinci dan spesifik berdasarkan strain probiotik.
Membahas probiotik dan prebiotik secara luas.Berfokus pada gangguan saluran cerna anak.
Menekankan perlunya penelitian lanjutan sebelum penggunaan rutin.Memberikan rekomendasi praktis bila tersedia minimal dua RCT berkualitas pada strain yang sama.
Lebih menyoroti keamanan penggunaan.Lebih menekankan pemilihan strain, dosis, dan indikasi klinis.

Kesimpulan

AAP dan ESPGHAN memiliki kesamaan prinsip bahwa probiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan dan manfaatnya sangat bergantung pada strain mikroorganisme, dosis, lama pemberian, serta penyakit yang ditangani. Bukti ilmiah yang paling kuat mendukung penggunaan probiotik tertentu untuk mencegah diare akibat antibiotik dan sebagai terapi tambahan pada diare akut, sedangkan manfaat pada alergi, konstipasi, IBS, penyakit radang usus, maupun penggunaan rutin pada anak sehat masih belum terbukti secara konsisten. ESPGHAN memberikan rekomendasi yang lebih spesifik berdasarkan strain, sedangkan AAP mengambil pendekatan yang lebih konservatif dengan menekankan perlunya bukti tambahan sebelum penggunaan secara luas. Oleh karena itu, probiotik sebaiknya digunakan berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan dan pedoman ilmiah, bukan semata-mata karena klaim produk atau promosi komersial. (AAP Publications)

Daftar Pustaka

  • Thomas DW, Greer FR; Committee on Nutrition; Section on Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition. Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. Pediatrics. 2010;126(6):1217–1231. doi:10.1542/peds.2010-2548. Reaffirmed March 2021.
  • American Academy of Pediatrics. Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. Pediatrics. Clinical Report. 2010;126(6):1217–1231.
  • Thomas DW, Greer FR. Clinical Report: Probiotics and Prebiotics in Pediatrics. American Academy of Pediatrics; reaffirmed 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *