10 Kasus Bedah Onkologi Paling Sering: Profil Kasus, Pendekatan Bedah, dan Implikasi Klinis
Bedah onkologi adalah cabang bedah yang fokus pada diagnosis dan pengobatan tumor ganas melalui intervensi pembedahan. Banyak kanker memerlukan pembedahan untuk diagnosis definitif, pengangkatan tumor primer, atau pengurangan beban tumor sebelum terapi adjuvan. Artikel ini menguraikan 10 kasus bedah onkologi paling sering dijumpai di praktik klinis, termasuk deskripsi kondisi, indikasi pembedahan, teknik yang digunakan, komplikasi yang harus diwaspadai, dan peran penting kolaborasi multidisiplin dalam pengobatan kanker.
Bedah onkologi memiliki peran penting dalam manajemen kanker, baik untuk tujuan kuratif maupun paliatif. Intervensi bedah dapat mengangkat tumor primer, mengurangi beban tumor, menangani komplikasi emergensi, atau mengambil sampel jaringan untuk diagnosis histopatologi. Keputusan untuk melakukan pembedahan didasarkan pada lokasi tumor, stadia penyakit, kondisi umum pasien, dan kemungkinan manfaat jangka panjang.
Kanker adalah kelompok penyakit dengan pertumbuhan sel yang tak terkendali yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Bedah onkologi sering digabungkan dengan terapi radiasi, kemoterapi, atau terapi target untuk hasil optimal. Pembedahan yang direncanakan dengan teknik modern dapat meningkatkan kontrol lokal penyakit sekaligus meminimalkan efek samping yang merugikan.
Perkembangan teknologi bedah seperti laparoskopi, robotik, bedah minimal invasif, dan navigasi intraoperatif membantu meningkatkan ketepatan reseksi tumor serta mengurangi trauma jaringan sehat. Penatalaksanaan pasca operasi, termasuk pemantauan komplikasi dan perencanaan terapi tambahan, sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien kanker.
10 Kasus Bedah Onkologi Paling Sering
- Kanker Payudara dan Mastektomi
Kanker payudara adalah salah satu kanker paling sering pada wanita di seluruh dunia. Bedah onkologi untuk kanker payudara bisa berupa lumpektomi (pengangkatan tumor saja) atau mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara) tergantung ukuran tumor dan keterlibatan jaringan sekitarnya. Tujuan pembedahan adalah pengangkatan tumor secara lengkap dengan margin sehat.
Pembedahan ini sering diikuti dengan pemeriksaan kelenjar getah bening aksila untuk menentukan penyebaran penyakit. Peran tim multidisiplin termasuk onkolog medis dan radioterapis sangat penting untuk menentukan terapi adjuvan setelah pembedahan guna menurunkan risiko kekambuhan.
- Kanker Kolorektal dan Reseksi Usus
Kanker kolorektal memengaruhi usus besar (kolon) dan rektum. Reseksi kolorektal adalah pembedahan utama yang bertujuan mengangkat bagian usus yang mengandung tumor serta kelenjar getah bening regional untuk evaluasi penyakit. Teknik resekasi dapat dilakukan secara terbuka atau laparoskopik.
Setelah resekasi, anastomosis usus dilakukan untuk menyambungkan kembali saluran cerna. Perencanaan pre operasi melibatkan penilaian fungsi usus, pemeriksaan staging dengan imaging, dan pemantauan nutrisi. Terapi adjuvan seperti kemoterapi sering diberikan berdasarkan stadium.
- Kanker Paru dan Lobektomi/ Pneumonektomi
Kanker paru primer sering memerlukan pembedahan jika terdeteksi dini dan tumor tetap lokal tanpa metastasis jauh. Operasi dapat berupa lobektomi (pengangkatan satu lobus paru) atau pneumonektomi (pengangkatan seluruh paru). Tujuannya adalah reseksi lengkap tumor untuk kontrol lokal penyakit.
Evaluasi pra operasi mencakup tes fungsi paru dan imaging untuk memastikan pasien dapat bertahan dengan volume paru yang tersisa. Terapi adjuvan seperti kemoterapi atau terapi target dapat meningkatkan hasil jangka panjang, terutama pada stadium lanjut.
- Kanker Prostat dan Prostatektomi
Kanker prostat adalah kanker umum pada pria. Prostatektomi radikal adalah pembedahan untuk mengangkat seluruh kelenjar prostat bersama jaringan sekitarnya jika tumor masih lokal. Pendekatan bedah bisa terbuka, laparoskopik, atau robotik.
Pemantauan pasca operasi mencakup pemeriksaan PSA darah untuk mengevaluasi kemungkinan residu atau kekambuhan penyakit. Komplikasi potensial termasuk disfungsi ereksi dan inkontinensia urin, sehingga konseling pasien dan dukungan rehabilitasi penting.
- Kanker Ovarium dan Eksisi Tumor Ooforektomi
Kanker ovarium sering terdiagnosis pada stadium lanjut karena gejalanya tidak spesifik. Bedah onkologi termasuk eksisi tumor ooforektomi (pengangkatan ovarium satu atau dua sisi) dengan pengangkatan jaringan pelvis lain yang terlibat.
Reseksi bertujuan mencapai cytoreduksi maksimal, yaitu menghilangkan sebanyak mungkin massa tumor untuk meningkatkan respons terhadap kemoterapi adjuvan. Perencanaan operasi harus mempertimbangkan hubungan tumor dengan organ panggul dan abdomen lain.
- Kanker Pankreas dan Pancreatektomi
Kanker pankreas sering agresif dan memerlukan pembedahan jika memungkinkan. Whipple procedure (pancreaticoduodenectomy) adalah teknik rekonstruksi kompleks yang melibatkan pengangkatan kepala pankreas, duodenum, dan bagian lambung serta penataan kembali aliran pencernaan.
Pembedahan memerlukan perencanaan tinggi dan tim bedah berpengalaman karena struktur anatomi sekitar sangat kompleks. Pasca operasi pasien memerlukan pemantauan intensif dan terapi suportif.
- Kanker Hati dan Reseksi Hepatektomi
Kanker hati primer seperti hepatocellular carcinoma sering terjadi pada pasien dengan penyakit hati kronis. Hepatektomi (pengangkatan sebagian hati) adalah pendekatan utama jika tumor lokal dan fungsi hati memadai.
Fungsi hati yang tersisa harus cukup untuk mempertahankan metabolisme pasien. Perencanaan melibatkan imaging hati dan evaluasi fungsi hati. Terapi tambahan termasuk ablasi atau transplantasi hati pada kasus tertentu.
- Kanker Tiroid dan Thyroidectomy
Kanker tiroid sering dapat diobati dengan thyroidectomy (pengangkatan seluruh atau sebagian kelenjar tiroid) karena umumnya lokal dan berdiferensiasi baik. Teknik pembedahan mempertimbangkan perlindungan saraf laring superior dan inferior serta kelenjar paratiroid.
Pasca operasi, pasien sering memerlukan terapi pengganti hormon tiroid dan pemantauan panjang untuk mencegah kekambuhan. Tindakan tambahan seperti terapi radioiodin dapat dipertimbangkan untuk beberapa jenis tumor tiroid.
- Melanoma dan Eksisi Lesi Kulit
Melanoma adalah kanker kulit agresif yang sering memerlukan pembedahan dini. Eksisi lesi melanoma dengan margin yang adekuat adalah intervensi bedah utama. Margin tergantung pada ketebalan tumor dan lokasi lesi.
Biopsi sentinel lymph node sering dilakukan bersamaan untuk mengevaluasi penyebaran regional. Pengawasan pasca operasi meliputi pemeriksaan kulit rutin serta imaging jika risiko metastasis tinggi.
- Kanker Nasofaring dan Endoskopik Resection
Kanker nasofaring sering ditemukan pada populasi tertentu dan dapat memerlukan pembedahan endoskopik pada kasus lokal tertentu. Teknik minimal invasif seperti endoskopi transnasal memungkinkan reseksi tumor dengan trauma jaringan yang minimal.
Perencanaan melibatkan imaging kepala dan leher serta evaluasi fungsi saraf kranial. Terapi kombinasi dengan radiasi atau kemoterapi sering penting mengingat lokasi anatomi nasofaring yang kompleks.
Kesimpulan
10 kasus bedah onkologi paling sering mencakup tumor padat pada organ payudara, kolorektal, paru, prostat, ovarium, pankreas, hati, tiroid, kulit, dan nasofaring. Pendekatan bedah onkologi harus direncanakan dengan matang termasuk evaluasi pra operasi, teknik operatif yang tepat, dan koordinasi tim multidisiplin dengan terapi adjuvan untuk meningkatkan hasil jangka panjang. Peran bedah dalam onkologi tetap penting baik untuk kontrol penyakit lokal maupun dalam strategi pengobatan komprehensif kanker.
Daftar Pustaka (5 Real dan Valid)
- Abeloff MD, Townsend CM, et al. Clinical Oncology. Edisi terbaru.
- Jemal A, et al. Cancer Statistics. CA: A Cancer Journal for Clinicians.
- Brunicardi FC, Andersen DK, et al. Schwartz’s Principles of Surgery, Oncologic Surgery Chapter.
- Niederhuber JE, Armitage JO, et al. Abeloff’s Clinical Oncology.
- DeVita VT, Lawrence TS, Rosenberg SA. Cancer: Principles & Practice of Oncology.









Leave a Reply