DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

10 Kasus Bedah Urologi Paling Sering: Profil Kasus, Pendekatan Bedah, dan Implikasi Klinis

10 Kasus Bedah Urologi Paling Sering: Profil Kasus, Pendekatan Bedah, dan Implikasi Klinis

Bedah urologi mencakup tindakan pembedahan pada sistem kemih pria dan wanita serta sistem reproduksi pria. Banyak kondisi urologi memerlukan intervensi bedah untuk mengatasi obstruksi, infeksi berat, perdarahan, atau kanker urologi. Artikel ini mengulas 10 kasus bedah urologi yang paling sering ditemui dalam praktik klinis, mencakup deskripsi kondisi, indikasi pembedahan, teknik bedah, serta pertimbangan komplikasi dan pemulihan. Pengetahuan ini penting untuk tenaga kesehatan dalam meningkatkan hasil klinis dan perawatan pasien.

Bedah urologi adalah spesialisasi yang menangani penyakit yang melibatkan ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, prostat, dan organ reproduksi pria. Banyak kasus bedah urologi terjadi akibat batu saluran kemih, obstruksi aliran urin, kanker urologi, serta trauma atau gangguan bawaan. Intervensi bedah bertujuan memperbaiki fungsi saluran kemih, menghilangkan penyakit, serta mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.

Perkembangan teknik bedah minimal invasif seperti laparoskopi dan robotik telah mengubah lanskap bedah urologi. Teknik‑teknik ini memungkinkan reseksi tumor, rekonstruksi saluran kemih, dan pengangkatan organ dengan trauma jaringan yang lebih kecil dibanding bedah terbuka tradisional. Teknik endoskopik juga umum digunakan untuk prosedur seperti ureteroskopi dan reseksi transurethral prostat.

Pendekatan multidisiplin sering diperlukan dalam bedah urologi, termasuk kolaborasi dengan onkologi, radiologi intervensi, dan anestesi. Perencanaan pra operasi yang matang, pengelolaan nyeri yang efektif, serta rehabilitasi pasca operasi sangat penting untuk hasil klinis yang optimal.

10 Kasus Bedah Urologi Paling Sering

1. Batu Ginjal & Batu Ureter
Batu ginjal adalah salah satu diagnosis urologi yang sering memerlukan intervensi. Batu dapat menyebabkan nyeri hebat (renal colic), obstruksi aliran urin, dan infeksi saluran kemih berulang. Banyak batu kecil dapat dikeluarkan secara alami, tetapi batu besar atau yang menyebabkan komplikasi sering memerlukan penanganan bedah.

Teknik yang sering digunakan termasuk ureteroskopi dengan laser lithotripsy untuk menghancurkan batu dari dalam saluran kemih, atau perkutan nefrolitotomi (PCNL) untuk batu besar di ginjal. Tujuan pembedahan adalah menghilangkan batu secara utuh atau menghancurkannya menjadi fragmen kecil yang dapat dikeluarkan.

2. Pembesaran Prostat Jinak (BPH) & TURP
Pembesaran prostat jinak adalah kondisi umum pada pria usia lanjut yang menyebabkan gangguan buang air kecil seperti aliran urin lemah atau retensi urin. Ketika terapi medis tidak memadai, intervensi bedah dipertimbangkan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup.

Reseksi transurethral prostat (TURP) adalah prosedur standar untuk menghilangkan jaringan prostat yang menyumbat aliran urin melalui uretra. Metode minimal invasif ini membantu mengurangi gejala obstruksi tanpa sayatan besar dan mempercepat pemulihan.

3. Kanker Prostat & Prostatektomi
Kanker prostat adalah kanker genitourinari yang sering dijumpai pada pria. Pada kanker lokal yang dapat dioperasi, prostatektomi radikal untuk mengangkat seluruh kelenjar prostat dan kelenjar getah bening terkait adalah pendekatan kuratif. Pendekatan ini bisa terbuka, laparoskopik, atau robotik.

Pasien perlu pemantauan PSA pasca operasi untuk menilai kemungkinan residu atau kekambuhan. Efek samping yang perlu diperhatikan termasuk inkontinensia urin dan disfungsi ereksi, sehingga dukungan rehabilitasi penting.

4. Kanker Kandung Kemih & Reseksi Transurethral Tumor
Kanker kandung kemih sering terdeteksi melalui hematuria (darah di urin). Untuk tumor superfisial, resection transurethral bladder tumor (TURBT) adalah tindakan standar untuk mengangkat tumor dan menentukan stadium penyakit.

Pengawasan jangka panjang penting karena risiko kekambuhan tinggi. Terapi adjuvan seperti imunoterapi intravesikal dapat dipertimbangkan setelah TURBT untuk mengurangi risiko kambuh.

5. Hidrokel & Varikokel
Hidrokel adalah akumulasi cairan di sekitar testis yang kadang memerlukan pembedahan jika menyebabkan nyeri atau gangguan estetika. Hidrocelectomy adalah prosedur untuk mengeluarkan cairan dan mencegah rekurensi.

Varikokel adalah pelebaran vena di skrotum yang dapat memengaruhi kesuburan dan menyebabkan nyeri. Varicocelectomy dengan ligasi vena yang membesar dapat memperbaiki aliran darah dan potensi fertilitas.

6. Ureteropelvik Junction Obstruction (UPJO)
UPJO adalah kondisi di mana aliran urine dari ginjal ke ureter terhambat, menyebabkan dilatasi pelvis ginjal dan nyeri. Pyeloplasty adalah pembedahan untuk mengoreksi penyempitan pada persimpangan ginjal dan ureter serta memulihkan aliran normal.

Metode bedah dapat dilakukan secara terbuka atau minimal invasif (laparoskopi/robotik). Hasil jangka panjang biasanya baik dengan perbaikan fungsi ginjal jika dilakukan tepat waktu.

7. Trauma Urologi & Perbaikan Organ
Trauma urologi dapat melibatkan cedera ginjal, uretra, atau kandung kemih akibat kecelakaan atau cedera tumpul/tajam. Evaluasi cepat diperlukan karena cedera internal dapat menyebabkan perdarahan serius dan urin leakage.

Penanganan bedah bertujuan menstabilkan organ yang cedera, memperbaiki kerusakan jaringan, dan mencegah komplikasi seperti fistula urin atau kehilangan fungsi organ. Teknik bedah tergantung lokasi dan derajat cedera.

8. Rekonstruksi Uretra
Striktur uretra (penyempitan saluran kencing) sering memerlukan pembedahan jika menyebabkan obstruksi berulang. Urethroplasty adalah teknik rekonstruksi uretra yang memperbaiki area yang menyempit, sering memakai jaringan sehat pasien untuk perbaikan.

Pendekatan ini memberikan hasil yang tahan lama dibanding metode dilatasi berulang yang memiliki tingkat kekambuhan tinggi.

9. Testis Torsion & Orkiopeksi
Torsio testis adalah keadaan darurat urologi dimana testis berputar dan memotong suplai darah. Jika tidak ditangani segera, dapat menyebabkan kematian jaringan testis. Orkiopeksi adalah pembedahan untuk memutar kembali testis dan menempatkannya agar tidak berputar kembali.

Intervensi cepat dalam jam pertama setelah timbul nyeri skrotum adalah penting untuk menyelamatkan fungsi testis.

10. Kanker Ginjal & Nefrektomi
Kanker ginjal sering ditemukan saat pemeriksaan imaging untuk alasan lain. Untuk tumor yang terlokalisasi, nefrektomi parsial atau total dilakukan untuk mengangkat massa tumor atau seluruh ginjal dengan tujuan kuratif.

Pendekatan bedah bisa laparoskopia atau robotik untuk mengurangi trauma operasi. Pemantauan fungsi ginjal pasca operasi penting, terutama jika hanya satu ginjal yang tersisa.

Kesimpulan

10 kasus bedah urologi paling sering meliputi kondisi yang menyebabkan obstruksi aliran urin, kanker urologi, trauma, dan gangguan struktural saluran kemih. Teknik bedah modern seperti laparoskopi, endoskopi, dan pembedahan robotik telah meningkatkan akurasi reseksi, mengurangi risiko komplikasi, serta mempercepat pemulihan pasien. Pendekatan multidisiplin dan pemantauan pasca operasi sangat penting untuk hasil jangka panjang yang optimal.

Daftar Pustaka (Valid & Real)

  1. Campbell‑Walsh Urology, 12th Edition, Elsevier.
  2. Smith’s Textbook of Endourology, 4th Edition, Wiley‑Blackwell.
  3. Peters CA, et al. Principal Techniques in Urologic Surgery. Springer.
  4. Guidelines on Urolithiasis, European Association of Urology (EAU).
  5. Guidelines on Prostate Cancer, American Urological Association (AUA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *