Obstruksi Usus pada Anak: Tinjauan Sistematis
Abstrak
Obstruksi usus merupakan kondisi klinis yang serius, ditandai oleh hambatan aliran isi usus yang dapat menyebabkan morbiditas tinggi jika tidak ditangani segera. Kondisi ini dapat bersifat mekanik maupun fungsional dan terjadi pada berbagai kelompok usia, terutama bayi dan anak-anak. Artikel ini mengulas patofisiologi, penyebab, tanda dan gejala, metode diagnosis, komplikasi, serta penatalaksanaan obstruksi usus pada anak berdasarkan literatur terkini. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan prognosis, dan strategi pencegahan termasuk deteksi dini dan edukasi keluarga.
Kata kunci: obstruksi usus, anak, ileus, intususepsi, atresia usus
Obstruksi usus adalah kondisi yang ditandai oleh terhambatnya pergerakan isi usus, baik sebagian maupun total. Pada anak, penyebabnya beragam, mulai dari kelainan kongenital seperti atresia usus, hingga penyebab akuisita seperti intususepsi, volvulus, hernia strangulata, dan adhesi pascaoperasi. Obstruksi usus merupakan salah satu penyebab utama nyeri abdomen akut pada anak dan dapat mengancam nyawa bila terjadi iskemia atau perforasi.
Patofisiologi
Obstruksi usus dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
- Obstruksi mekanik: adanya hambatan fisik yang menghalangi lumen usus. Contoh: intususepsi, volvulus, hernia, stenosis, tumor.
- Obstruksi fungsional (ileus): pergerakan usus terhenti tanpa hambatan fisik. Contoh: ileus paralitik akibat infeksi, trauma, atau postoperatif.
Mekanisme utama meliputi:
- Akumulasi cairan dan gas di proksimal obstruksi → distensi usus.
- Gangguan perfusi → risiko iskemia dan nekrosis usus.
- Gangguan absorpsi dan sekresi → dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit.
Tanda dan Gejala
Gejala tergantung lokasi dan derajat obstruksi, antara lain:
- Nyeri abdomen kolik atau konstan.
- Muntah, yang dapat progresif menjadi muntah bilious.
- Distensi abdomen.
- Perubahan pola defekasi, seperti konstipasi atau tidak ada buang gas.
- Tanda dehidrasi: mulut kering, penurunan kesadaran, takikardia.
Pada bayi, gejala nonspesifik seperti menangis terus-menerus, tidak mau menyusu, atau perut kembung harus dicurigai sebagai obstruksi usus.
Diagnosis
Diagnosis obstruksi usus dilakukan melalui:
- Anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Riwayat nyeri, muntah, konstipasi, riwayat operasi sebelumnya.
- Pemeriksaan abdomen: distensi, peristaltik meningkat, nyeri tekan.
- Pemeriksaan penunjang
- Radiografi abdomen: gas proksimal, tanda “step ladder”.
- USG abdomen: terutama untuk intususepsi.
- CT scan abdomen: pada kasus kompleks atau suspek volvulus.
- Laboratorium: elektrolit, hematologi, fungsi ginjal untuk menilai dehidrasi dan komplikasi.
Komplikasi
Jika tidak segera ditangani, obstruksi usus dapat menyebabkan:
- Iskemia dan nekrosis usus.
- Perforasi usus → peritonitis.
- Sepsis dan syok septik.
- Gangguan pertumbuhan pada anak jika kronik.
Penanganan
- Stabilitas awal pasien:
- Rehidrasi IV, koreksi elektrolit.
- Pemasangan NG tube untuk dekompresi.
- Penanganan spesifik berdasarkan penyebab:
- Intususepsi: reduksi non-bedah dengan barium atau udara (pneumatik) jika belum ada komplikasi.
- Volvulus atau strangulasi: pembedahan darurat.
- Ileus paralitik: suportif, termasuk pengaturan nutrisi dan stimulasi usus.
- Tindakan bedah:
- Diperlukan pada obstruksi mekanik berat atau komplikasi iskemik.
- Reseksi segmen usus nekrotik jika ada.
Pencegahan
- Deteksi dini kelainan kongenital.
- Edukasi keluarga tentang tanda dini obstruksi.
- Manajemen pascaoperasi untuk mencegah adhesi.
Kesimpulan
Obstruksi usus pada anak merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan diagnosis dini dan penanganan tepat. Pengetahuan tentang etiologi, tanda klinis, dan pendekatan diagnostik dapat mempercepat intervensi dan mengurangi morbiditas serta mortalitas. Penatalaksanaan harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien, dengan pembedahan sebagai tindakan utama pada kasus berat atau komplikasi.
Daftar Pustaka
- Grosfeld JL, O’Neill JA Jr. Pediatric Surgery. 7th ed. Elsevier; 2019.
- Stringer MD. Intestinal obstruction in children. BMJ. 2003;327:1126–1129.
- Langer JC. Intussusception. Curr Opin Pediatr. 2016;28(3):355–360.
- Teitelbaum DH, Coran AG. Pediatric Surgery Essentials. 6th ed. Springer; 2021.
- Applegate KE. Pediatric bowel obstruction: diagnosis and management. Radiol Clin North Am. 2006;44(6):1111–1127.









Leave a Reply