DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Pendek (Short Stature) / Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Tinjauan Sistematis

Pendek (Short Stature) / Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Tinjauan Sistematis

abstrak

Pendek atau short stature merupakan kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah dua standar deviasi dari rata-rata populasi seusianya. Gangguan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, hormonal, gizi, atau penyakit kronis. Identifikasi dini penting karena beberapa penyebab, seperti defisiensi hormon pertumbuhan, masih dapat diatasi dengan intervensi medis dan nutrisi yang tepat. Artikel ini membahas penyebab, tanda dan gejala, diagnosis, diagnosis banding, penanganan, serta prognosis gangguan pertumbuhan pada anak secara komprehensif.


Pertumbuhan merupakan indikator penting kesehatan anak yang mencerminkan keseimbangan antara faktor genetik, nutrisi, hormonal, dan lingkungan. Anak dikatakan pendek bila tinggi badannya < -2 SD (di bawah persentil ke-3) menurut kurva pertumbuhan WHO. Gangguan pertumbuhan yang tidak dikenali sejak dini dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak.

Gangguan pertumbuhan dapat bersifat fisiologis (normal variation) atau patologis. Oleh karena itu, evaluasi sistematis diperlukan untuk membedakan variasi genetik normal dari kondisi patologis seperti defisiensi hormon pertumbuhan (GHD), hipotiroidisme, atau kelainan genetik seperti Turner syndrome.


Penyebab

  • Penyebab pendek pada anak dapat dikelompokkan menjadi faktor fisiologis dan faktor patologis. Faktor fisiologis meliputi familial short stature (tinggi badan sesuai potensi genetik orang tua) dan constitutional growth delay (penundaan maturasi tulang). Anak dengan tipe ini biasanya tetap sehat dan akan mencapai tinggi normal pada usia dewasa.
  • Sementara penyebab patologis mencakup gangguan endokrin (seperti defisiensi hormon pertumbuhan, hipotiroidisme, sindrom Cushing), penyakit kronis (seperti penyakit ginjal kronis, penyakit usus), malnutrisi, serta kelainan genetik (misalnya Turner syndrome, achondroplasia). Faktor psikososial seperti stres berat atau deprivasi lingkungan juga dapat menghambat pertumbuhan anak.

Tanda dan Gejala

  • Gangguan pertumbuhan biasanya ditandai dengan laju pertumbuhan yang melambat (<4–5 cm/tahun) setelah usia 2 tahun. Anak tampak lebih pendek dibanding teman sebaya, dengan proporsi tubuh yang bisa normal atau tidak normal tergantung penyebabnya.
  • Pada defisiensi hormon pertumbuhan (GHD), tubuh anak tampak proporsional tetapi tinggi badan jauh di bawah rata-rata, disertai lemak subkutan berlebih di perut dan wajah bulat.
  • Pada gangguan endokrin lain seperti hipotiroidisme, disertai gejala tambahan seperti konstipasi, kulit kering, dan keterlambatan perkembangan intelektual.
  • Sedangkan pada kelainan genetik seperti Turner syndrome, anak perempuan sering memiliki ciri khas seperti leher pendek bersayap, dada lebar, dan gangguan pubertas.

Diagnosis

  • Diagnosis gangguan pertumbuhan dimulai dengan pengukuran tinggi badan serial menggunakan grafik pertumbuhan WHO atau CDC untuk memantau kecepatan pertumbuhan. Evaluasi tinggi badan orang tua digunakan untuk menentukan potensi genetik (mid-parental height).
  • Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menyingkirkan penyebab patologis: kadar TSH dan FT4 untuk menilai fungsi tiroid, IGF-1 dan GH stimulation test untuk menilai hormon pertumbuhan, serta pemeriksaan darah lengkap dan urin untuk menyingkirkan penyakit kronis.
  • Foto rontgen tangan kiri digunakan untuk menilai usia tulang. Bila usia tulang tertinggal jauh dari usia kronologis, kemungkinan terdapat gangguan endokrin atau konstitusional.

Diagnosis Banding

  • Diagnosis banding utama mencakup familial short stature, constitutional delay of growth and puberty, defisiensi hormon pertumbuhan, dan kelainan genetik seperti Turner syndrome atau skeletal dysplasia.
  • Selain itu, stunting akibat malnutrisi kronis sering kali menyerupai gangguan endokrin, sehingga pemeriksaan status gizi dan riwayat asupan nutrisi sangat penting untuk membedakan keduanya.

Tabel Penanganan Gangguan Pertumbuhan pada Anak

PenyebabPenanganan UtamaTujuan TerapiMonitoring
Defisiensi hormon pertumbuhan (GHD)Terapi hormon pertumbuhan rekombinan (rhGH)Menormalkan laju pertumbuhan dan tinggi akhirEvaluasi IGF-1, tinggi badan tiap 3–6 bulan
HipotiroidismeLevothyroxineMenormalkan kadar hormon tiroidTSH dan FT4 tiap 6–8 minggu
Malnutrisi/StuntingIntervensi gizi, suplementasi mikronutrienMeningkatkan status gizi dan catch-up growthPemantauan berat dan tinggi tiap bulan
Kelainan genetik (Turner syndrome)Terapi GH + estrogen saat pubertasMeningkatkan tinggi akhir dan maturasi seksualUSG ovarium, evaluasi pertumbuhan tiap 6 bulan

Penanganan disesuaikan dengan etiologi yang mendasari. Terapi hormon pertumbuhan terbukti efektif bila dimulai lebih awal dan dilakukan secara teratur di bawah pengawasan dokter anak endokrin. Intervensi nutrisi dan psikososial juga penting, terutama pada kasus stunting akibat faktor lingkungan atau deprivasi emosional.


Prognosis

  • Prognosis gangguan pertumbuhan tergantung pada penyebab dan kecepatan intervensi. Anak dengan constitutional growth delay atau familial short stature umumnya memiliki prognosis baik dan dapat mencapai tinggi sesuai potensi genetik.
  • Pada defisiensi hormon pertumbuhan, hasil terapi optimal bila pengobatan dimulai sebelum pubertas. Hipotiroidisme yang diobati dengan baik juga memiliki prognosis baik.
  • Namun, gangguan pertumbuhan akibat kelainan genetik berat atau penyakit kronis yang tidak terkontrol memiliki prognosis terbatas terhadap pencapaian tinggi akhir. Pemantauan jangka panjang tetap diperlukan untuk memastikan perkembangan fisik dan psikologis anak optimal.

Kesimpulan

Pendek atau gangguan pertumbuhan pada anak merupakan kondisi multifaktorial yang memerlukan evaluasi komprehensif. Diagnosis dini dan penentuan penyebab yang tepat sangat penting agar terapi dapat diberikan sesuai etiologi. Penanganan meliputi terapi hormonal, perbaikan nutrisi, serta dukungan psikososial. Deteksi dan intervensi dini menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.


Daftar Pustaka

  • Cohen P, Rogol AD, Deal CL, et al. “Consensus statement on the diagnosis and treatment of children with idiopathic short stature.” J Clin Endocrinol Metab. 2020;105(6):e215–e230.
  • Savage MO, Storr HL. “Diagnosis and management of growth hormone deficiency in children.” Clin Endocrinol (Oxf). 2019;90(3):301–309.
  • Kemp SF, Frindik JP. “Emerging options in growth hormone therapy.” Pediatr Endocrinol Rev. 2021;19(1):90–98.
  • Cianfarani S, et al. “Pathophysiology and management of stunting and growth failure in children.” Endocr Rev. 2022;43(1):75–105.
  • Wit JM, Kamp GA, Oostdijk W. “Towards a rational and efficient diagnostic approach in children referred for growth failure to the general paediatrician.” Horm Res Paediatr. 2019;91(4):223–240.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *