DOKTER AIRLANGGA

SMART PEOPLE, SMART HEALTH

Kanker Payudara dan Mastektomi: Tinjauan Ilmiah Mengenai Indikasi, Teknik Operasi, dan Penatalaksanaan Multidisiplin

Kanker Payudara dan Mastektomi: Tinjauan Ilmiah Mengenai Indikasi, Teknik Operasi, dan Penatalaksanaan Multidisiplin

Kanker payudara merupakan keganasan terbanyak pada wanita di dunia dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Kemajuan dalam deteksi dini, teknik pembedahan, terapi sistemik, serta radioterapi telah meningkatkan angka harapan hidup secara bermakna. Pembedahan tetap menjadi terapi utama pada kanker payudara stadium awal hingga lokal lanjut yang masih dapat direseksi. Pilihan tindakan meliputi breast-conserving surgery (lumpektomi) dan mastektomi, yang dipilih berdasarkan ukuran tumor, rasio ukuran tumor terhadap payudara, multifokalitas, keterlibatan kulit atau dinding dada, mutasi genetik, serta preferensi pasien. Selain pengangkatan tumor primer, evaluasi penyebaran ke kelenjar getah bening aksila melalui sentinel lymph node biopsy (SLNB) atau axillary lymph node dissection (ALND) memiliki peran penting dalam menentukan stadium dan terapi lanjutan. Penatalaksanaan modern kanker payudara mengutamakan pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli bedah onkologi, onkolog medis, ahli radioterapi, radiolog, ahli patologi, ahli rehabilitasi medik, psikolog, serta perawat onkologi. Artikel ini membahas aspek epidemiologi, faktor risiko, diagnosis, teknik pembedahan, komplikasi, rekonstruksi payudara, terapi adjuvan, serta perkembangan terbaru dalam tata laksana kanker payudara berdasarkan pedoman internasional.

Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan di seluruh dunia. Beban penyakit ini terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup, perubahan gaya hidup, obesitas, menurunnya angka kelahiran, serta peningkatan deteksi melalui program skrining. Menurut data epidemiologi global, sekitar satu dari delapan perempuan berisiko mengalami kanker payudara selama hidupnya. Walaupun insidensinya tinggi, angka kelangsungan hidup lima tahun terus meningkat berkat diagnosis dini dan kemajuan terapi.

Pembedahan merupakan komponen utama terapi kuratif. Tujuan operasi bukan hanya mengangkat seluruh jaringan kanker, tetapi juga mempertahankan kualitas hidup pasien. Perkembangan teknik bedah memungkinkan banyak pasien mempertahankan payudara tanpa mengurangi keberhasilan pengobatan. Di sisi lain, pada kondisi tertentu mastektomi tetap menjadi pilihan terbaik untuk mencapai kontrol lokal penyakit.


Epidemiologi

Kanker payudara merupakan penyebab utama kanker pada perempuan di hampir seluruh negara.

Tabel 1. Epidemiologi kanker payudara

ParameterKeterangan
Jenis kanker tersering pada wanitaYa
Usia tersering>50 tahun, namun dapat terjadi pada usia muda
Risiko seumur hidupSekitar 12–13%
MortalitasMenurun dengan deteksi dini dan terapi modern
Faktor prognosis utamaStadium saat diagnosis

Anatomi Payudara yang Berkaitan dengan Pembedahan

Payudara terdiri atas jaringan kelenjar, jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saluran susu. Sebagian besar kanker berasal dari epitel duktus sehingga dikenal sebagai invasive ductal carcinoma.

Drainase limfatik terutama menuju:

  • Kelenjar getah bening aksila
  • Internal mammary nodes
  • Supraklavikula

Pola penyebaran ini menjadi dasar pemeriksaan kelenjar getah bening saat operasi.


Faktor Risiko

Faktor risiko kanker payudara bersifat multifaktorial.

Tabel 2. Faktor risiko kanker payudara

FaktorPenjelasan
Usia meningkatRisiko bertambah setelah usia 50 tahun
Riwayat keluargaMeningkat bila terdapat keluarga tingkat pertama
Mutasi BRCA1 dan BRCA2Risiko sangat tinggi
Menarche diniPaparan estrogen lebih lama
Menopause terlambatPaparan estrogen berkepanjangan
Tidak pernah melahirkanRisiko meningkat
Obesitas pascamenopauseProduksi estrogen meningkat
Konsumsi alkoholMeningkatkan risiko
Paparan radiasi dadaTerutama usia muda

Indikasi Operasi

Pembedahan bertujuan mengangkat seluruh tumor dengan margin bebas kanker.

Pilihan operasi ditentukan berdasarkan:

  • ukuran tumor
  • lokasi tumor
  • jumlah lesi
  • ukuran payudara
  • preferensi pasien
  • status genetik
  • stadium penyakit

Lumpektomi (Breast Conserving Surgery)

Lumpektomi merupakan pengangkatan tumor beserta jaringan sehat di sekitarnya.

Keuntungan:

  • mempertahankan bentuk payudara
  • hasil kosmetik lebih baik
  • kualitas hidup lebih baik
  • angka kelangsungan hidup setara dengan mastektomi bila disertai radioterapi

Tabel 3. Indikasi lumpektomi

IndikasiKeterangan
Tumor tunggalYa
Diameter relatif kecilYa
Margin sehat dapat dicapaiYa
Pasien bersedia radioterapiYa
Tidak terdapat kontraindikasi radiasiYa

Mastektomi

  • Mastektomi merupakan pengangkatan hampir seluruh jaringan payudara.
  • Jenis mastektomi meliputi:
    • Simple Mastectomy
    • Mengangkat seluruh jaringan payudara tanpa diseksi aksila.
    • Modified Radical Mastectomy
    • Mengangkat payudara dan kelenjar getah bening aksila, namun mempertahankan otot pektoralis.
    • Skin Sparing Mastectomy
    • Kulit dipertahankan sehingga memudahkan rekonstruksi.
    • Nipple Sparing Mastectomy
    • Kompleks puting dipertahankan bila tidak terdapat infiltrasi tumor.

Tabel 4. Jenis mastektomi

JenisKarakteristik
SimpleMengangkat seluruh payudara
Modified RadicalPayudara + diseksi aksila
Skin SparingKulit dipertahankan
Nipple SparingPuting dipertahankan

Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening

Status kelenjar getah bening merupakan faktor prognostik terpenting setelah ukuran tumor.

Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB)

Merupakan standar pada pasien tanpa pembesaran kelenjar aksila.

Keuntungan:

  • komplikasi lebih sedikit
  • risiko limfedema rendah
  • waktu operasi lebih singkat

Axillary Lymph Node Dissection (ALND)

Dilakukan bila:

  • sentinel node positif tertentu
  • pembesaran aksila
  • metastasis aksila telah terbukti

Tabel 5. Perbandingan SLNB dan ALND

ParameterSLNBALND
Jumlah kelenjar1–510–20 atau lebih
LimfedemaRendahLebih tinggi
Lama operasiLebih singkatLebih lama
Nyeri pascaoperasiLebih ringanLebih berat
Gangguan gerak bahuJarangLebih sering

Pemeriksaan Patologi

Setelah operasi dilakukan evaluasi terhadap:

  • ukuran tumor
  • tipe histologi
  • grading
  • margin operasi
  • invasi limfovaskular
  • jumlah kelenjar positif
  • reseptor estrogen
  • reseptor progesteron
  • HER2
  • indeks proliferasi Ki-67

Data tersebut menentukan stadium dan terapi adjuvan.


Terapi Adjuvan

Terapi lanjutan bertujuan mengurangi risiko kekambuhan lokal maupun metastasis.

Tabel 6. Terapi adjuvan kanker payudara

TerapiIndikasi
RadioterapiSetelah lumpektomi dan beberapa kasus pasca mastektomi
KemoterapiRisiko tinggi atau penyakit agresif
Terapi hormonalER atau PR positif
Anti-HER2HER2 positif
ImunoterapiSubtipe tertentu, terutama triple-negative terpilih

Rekonstruksi Payudara

Rekonstruksi dapat dilakukan segera setelah mastektomi atau ditunda setelah terapi selesai.

Pilihan rekonstruksi:

  • implant silikon
  • flap TRAM
  • flap DIEP
  • flap latissimus dorsi

Tujuan rekonstruksi:

  • memperbaiki citra tubuh
  • meningkatkan kualitas hidup
  • mengurangi dampak psikologis

Komplikasi Pembedahan

Komplikasi dapat terjadi segera maupun jangka panjang.

Tabel 7. Komplikasi operasi kanker payudara

KomplikasiPenyebab
PerdarahanCedera pembuluh darah
Infeksi lukaKontaminasi bakteri
SeromaAkumulasi cairan
HematomaPerdarahan pascaoperasi
LimfedemaGangguan aliran limfe
Nyeri kronisCedera saraf
Frozen shoulderImobilisasi bahu
Gangguan kosmetikKehilangan jaringan

Rehabilitasi Pascaoperasi

Rehabilitasi dimulai sejak dini untuk mencegah keterbatasan gerak.

Program meliputi:

  • latihan rentang gerak bahu
  • fisioterapi
  • latihan drainase limfatik
  • edukasi pencegahan limfedema
  • dukungan psikologis
  • konseling nutrisi

Peran Tim Multidisiplin

Keberhasilan terapi sangat bergantung pada koordinasi berbagai disiplin ilmu.

Tabel 8. Peran tim multidisiplin

ProfesiPeran
Ahli bedah onkologiOperasi primer
RadiologDiagnosis dan pencitraan
PatologPenentuan stadium dan biomarker
Onkolog medisKemoterapi, terapi target, imunoterapi
Ahli radioterapiRadioterapi
Rehabilitasi medikPemulihan fungsi lengan
PsikologDukungan emosional
Perawat onkologiEdukasi dan perawatan luka
Ahli giziOptimalisasi status nutrisi

Perkembangan Terbaru

Pendekatan bedah kanker payudara terus berkembang menuju operasi yang lebih minimal invasif dengan tetap mempertahankan hasil onkologis yang optimal. Teknik onkoplastik memungkinkan pengangkatan tumor secara luas disertai rekonstruksi jaringan sehingga bentuk payudara tetap baik. Penggunaan pencitraan intraoperatif, analisis margin secara real time, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam interpretasi mamografi juga meningkatkan ketepatan diagnosis dan perencanaan operasi. Selain itu, terapi neoadjuvan yang semakin efektif memungkinkan sebagian pasien dengan tumor berukuran besar menjalani operasi konservasi payudara yang sebelumnya tidak memungkinkan.


Kesimpulan

Pembedahan merupakan terapi utama pada kanker payudara dengan tujuan mengangkat seluruh jaringan tumor dan memperoleh margin bebas kanker. Lumpektomi yang diikuti radioterapi memberikan hasil kesintasan setara dengan mastektomi pada pasien yang memenuhi kriteria. Evaluasi kelenjar getah bening melalui sentinel lymph node biopsy atau axillary lymph node dissection sangat penting untuk menentukan stadium dan kebutuhan terapi lanjutan. Pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan bedah, patologi, onkologi medik, radioterapi, rehabilitasi, psikologi, dan dukungan nutrisi telah meningkatkan keberhasilan terapi, menurunkan angka kekambuhan, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Perkembangan teknik bedah onkoplastik, rekonstruksi payudara, dan terapi sistemik berbasis biomarker semakin mengarah pada tata laksana yang lebih individual dan efektif.

Daftar Pustaka

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology: Breast Cancer. Version terbaru.
  • European Society for Medical Oncology. Clinical Practice Guidelines for Breast Cancer.
  • American Society of Clinical Oncology. Management of Early-Stage Breast Cancer.
  • World Health Organization. Breast Cancer Fact Sheet.
  • American Cancer Society. Breast Cancer Facts & Figures.
  • Giuliano AE, Ballman KV, McCall L, et al. Effect of Axillary Dissection vs No Axillary Dissection on Survival in Women With Invasive Breast Cancer and Sentinel Node Metastasis. JAMA. 2017;318(10):918-926.
  • Fisher B, Anderson S, Bryant J, et al. Twenty-Year Follow-up of a Randomized Trial Comparing Total Mastectomy, Lumpectomy, and Lumpectomy Plus Irradiation. N Engl J Med. 2002;347(16):1233-1241.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *