INTERPRETASI HASIL LABORATORIUM DEMAM DENGUE (DD) DAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Pendahuluan
Infeksi virus Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penularannya yang cepat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti menyebabkan penyakit ini sering muncul dalam bentuk wabah, terutama pada musim hujan. Secara klinis, infeksi dengue memiliki spektrum yang luas, mulai dari Demam Dengue (DD) yang umumnya bersifat ringan dan self-limiting, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD) yang lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti perdarahan masif dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Oleh karena itu, pengenalan dini terhadap bentuk penyakit dan tingkat keparahannya sangat penting untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas.
Pemeriksaan laboratorium memegang peran sentral dalam menegakkan diagnosis dan membedakan DD dari DBD, karena manifestasi klinis pada fase awal sering kali tidak spesifik. Parameter seperti trombosit, hematokrit, leukosit, serta pemeriksaan virologi dan serologi dengue menjadi dasar dalam klasifikasi penyakit, penilaian fase kritis, serta pemantauan perjalanan klinis pasien. Interpretasi hasil laboratorium yang tepat dan dilakukan secara serial sangat membantu klinisi dalam menentukan tata laksana yang optimal, mencegah keterlambatan penanganan komplikasi, dan meningkatkan keselamatan pasien, khususnya pada anak dan kelompok berisiko tinggi.
1. Pemeriksaan Laboratorium Utama pada Dengue
Pemeriksaan yang paling sering digunakan:
- Darah lengkap (Hb, Ht, leukosit, trombosit)
- NS1 antigen
- IgM dan IgG anti-dengue
- Fungsi hati (AST/ALT)
- Albumin
- Elektrolit
2. Interpretasi Hasil Laboratorium
A. Darah Lengkap (CBC)
| Parameter | Nilai Normal | Demam Dengue (DD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|---|---|
| Hemoglobin | Sesuai usia | Normal / sedikit naik | Meningkat tajam | Hemokonsentrasi akibat kebocoran plasma |
| Hematokrit (Ht) | Sesuai usia | Normal / naik <20% | Naik ≥20% | Kriteria utama DBD |
| Leukosit | 4.000–11.000/µL | Leukopenia | Leukopenia berat | Supresi sumsum tulang |
| Trombosit | 150.000–450.000/µL | Turun ringan (100–150 ribu) | <100.000/µL | Risiko perdarahan |
B. Trombosit dan Fase Penyakit
| Hari Sakit | DD | DBD |
|---|---|---|
| Hari 1–3 | Normal / turun ringan | Normal / mulai turun |
| Hari 4–6 (fase kritis) | 100–150 ribu | <100 ribu → <50 ribu |
| Hari 7–10 | Pulih | Pulih bila tidak komplikasi |
⚠️ Penurunan trombosit cepat + hematokrit naik = tanda bahaya DBD
C. Pemeriksaan Serologi Dengue
| Pemeriksaan | Waktu Positif | DD | DBD | Makna |
|---|---|---|---|---|
| NS1 antigen | Hari 1–5 | Positif | Positif kuat | Deteksi dini |
| IgM anti-dengue | Hari ≥5 | Positif | Positif | Infeksi primer |
| IgG anti-dengue | Hari ≥5 | Rendah | Tinggi (infeksi sekunder) | Risiko DBD lebih berat |
📌 DBD sering terjadi pada infeksi sekunder (IgG tinggi sejak awal)
D. Fungsi Hati
| Parameter | DD | DBD | Interpretasi |
|---|---|---|---|
| AST (SGOT) | Naik ringan | Naik 2–10x normal | Lebih dominan AST |
| ALT (SGPT) | Normal / naik ringan | Naik | Kerusakan hepatosit |
E. Albumin dan Kebocoran Plasma
| Parameter | DD | DBD |
|---|---|---|
| Albumin serum | Normal | Menurun (<3,5 g/dL) |
| Efusi pleura / asites | Tidak ada | Sering ada |
3. Perbedaan Utama Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
| Aspek | Demam Dengue (DD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) |
|---|---|---|
| Perdarahan | Tidak / minimal | Ada (petekie, epistaksis, GI) |
| Trombosit | >100.000/µL | <100.000/µL |
| Hematokrit | Normal / naik ringan | Naik ≥20% |
| Kebocoran plasma | Tidak | Ada |
| Syok | Tidak | Bisa terjadi |
| Perawatan | Rawat jalan / observasi | Rawat inap |
4. Contoh Kasus Klinis dan Interpretasi
Kasus 1 – Demam Dengue
Anak 10 tahun, demam hari ke-4, nyeri kepala, tidak ada perdarahan.
Hasil Lab:
- Hb 13 g/dL
- Ht 38% (normal)
- Leukosit 3.500/µL
- Trombosit 120.000/µL
- NS1 (+)
✅ Interpretasi:
Demam Dengue tanpa tanda bahaya. Leukopenia + trombosit turun ringan, tanpa hemokonsentrasi.
Kasus 2 – Demam Berdarah Dengue
Anak 8 tahun, demam hari ke-5, mimisan, lemas, nyeri perut.
Hasil Lab:
- Hb 15 g/dL
- Ht 46% (naik >20%)
- Leukosit 2.800/µL
- Trombosit 55.000/µL
- AST 180 U/L
- Albumin 3,1 g/dL
- IgG dengue (+ tinggi)
🚨 Interpretasi:
DBD dengan kebocoran plasma dan risiko syok. Perlu rawat inap dan monitoring ketat cairan.
5. Ringkasan Kunci Klinis
- DBD = trombosit <100.000 + hematokrit naik
- Penurunan trombosit mendahului masa kritis
- Infeksi sekunder (IgG tinggi) → risiko DBD berat
- Nilai Ht lebih penting daripada trombosit semata
- Perubahan cepat lebih bermakna dibanding satu angka tunggal
Pendahuluan Singkat
Infeksi virus Dengue memiliki spektrum klinis luas, mulai dari Demam Dengue (DD) yang relatif ringan hingga Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berat dan dapat berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS). Pemeriksaan laboratorium memegang peran kunci dalam diagnosis, klasifikasi keparahan, dan pemantauan komplikasi.
1. Pemeriksaan Laboratorium Utama pada Dengue
Pemeriksaan yang paling sering digunakan:
- Darah lengkap (Hb, Ht, leukosit, trombosit)
- NS1 antigen
- IgM dan IgG anti-dengue
- Fungsi hati (AST/ALT)
- Albumin
- Elektrolit
2. Interpretasi Hasil Laboratorium
A. Darah Lengkap (CBC)
| Parameter | Nilai Normal | Demam Dengue (DD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|---|---|
| Hemoglobin | Sesuai usia | Normal / sedikit naik | Meningkat tajam | Hemokonsentrasi akibat kebocoran plasma |
| Hematokrit (Ht) | Sesuai usia | Normal / naik <20% | Naik ≥20% | Kriteria utama DBD |
| Leukosit | 4.000–11.000/µL | Leukopenia | Leukopenia berat | Supresi sumsum tulang |
| Trombosit | 150.000–450.000/µL | Turun ringan (100–150 ribu) | <100.000/µL | Risiko perdarahan |
B. Trombosit dan Fase Penyakit
| Hari Sakit | DD | DBD |
|---|---|---|
| Hari 1–3 | Normal / turun ringan | Normal / mulai turun |
| Hari 4–6 (fase kritis) | 100–150 ribu | <100 ribu → <50 ribu |
| Hari 7–10 | Pulih | Pulih bila tidak komplikasi |
⚠️ Penurunan trombosit cepat + hematokrit naik = tanda bahaya DBD
C. Pemeriksaan Serologi Dengue
| Pemeriksaan | Waktu Positif | DD | DBD | Makna |
|---|---|---|---|---|
| NS1 antigen | Hari 1–5 | Positif | Positif kuat | Deteksi dini |
| IgM anti-dengue | Hari ≥5 | Positif | Positif | Infeksi primer |
| IgG anti-dengue | Hari ≥5 | Rendah | Tinggi (infeksi sekunder) | Risiko DBD lebih berat |
📌 DBD sering terjadi pada infeksi sekunder (IgG tinggi sejak awal)
D. Fungsi Hati
| Parameter | DD | DBD | Interpretasi |
|---|---|---|---|
| AST (SGOT) | Naik ringan | Naik 2–10x normal | Lebih dominan AST |
| ALT (SGPT) | Normal / naik ringan | Naik | Kerusakan hepatosit |
E. Albumin dan Kebocoran Plasma
| Parameter | DD | DBD |
|---|---|---|
| Albumin serum | Normal | Menurun (<3,5 g/dL) |
| Efusi pleura / asites | Tidak ada | Sering ada |
3. Perbedaan Utama Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
| Aspek | Demam Dengue (DD) | Demam Berdarah Dengue (DBD) |
|---|---|---|
| Perdarahan | Tidak / minimal | Ada (petekie, epistaksis, GI) |
| Trombosit | >100.000/µL | <100.000/µL |
| Hematokrit | Normal / naik ringan | Naik ≥20% |
| Kebocoran plasma | Tidak | Ada |
| Syok | Tidak | Bisa terjadi |
| Perawatan | Rawat jalan / observasi | Rawat inap |
4. Contoh Kasus Klinis dan Interpretasi
Kasus 1 – Demam Dengue
Anak 10 tahun, demam hari ke-4, nyeri kepala, tidak ada perdarahan.
Hasil Lab:
- Hb 13 g/dL
- Ht 38% (normal)
- Leukosit 3.500/µL
- Trombosit 120.000/µL
- NS1 (+)
✅ Interpretasi:
Demam Dengue tanpa tanda bahaya. Leukopenia + trombosit turun ringan, tanpa hemokonsentrasi.
Kasus 2 – Demam Berdarah Dengue
Anak 8 tahun, demam hari ke-5, mimisan, lemas, nyeri perut.
Hasil Lab:
- Hb 15 g/dL
- Ht 46% (naik >20%)
- Leukosit 2.800/µL
- Trombosit 55.000/µL
- AST 180 U/L
- Albumin 3,1 g/dL
- IgG dengue (+ tinggi)
🚨 Interpretasi:
DBD dengan kebocoran plasma dan risiko syok. Perlu rawat inap dan monitoring ketat cairan.
Ringkasan Kunci Klinis
- DBD = trombosit <100.000 + hematokrit naik
- Penurunan trombosit mendahului masa kritis
- Infeksi sekunder (IgG tinggi) → risiko DBD berat
- Nilai Ht lebih penting daripada trombosit semata
- Perubahan cepat lebih bermakna dibanding satu angka tunggal










Leave a Reply