Varisela (Cacar Air): Tinjauan Ilmiah Terkini
Pendahuluan
Varisela (cacar air) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Varicella-zoster virus (VZV), anggota famili Herpesviridae. Penyakit ini sangat menular dan ditandai dengan demam serta ruam vesikular yang muncul bertahap. Setelah infeksi primer, virus menetap laten di ganglion sensorik dan dapat mengalami reaktivasi di kemudian hari sebagai herpes zoster.
Epidemiologi
| Aspek | Keterangan |
|---|
| Penyebab | Varicella-zoster virus (VZV) |
| Reservoir | Manusia |
| Penularan | Droplet saluran napas, kontak langsung cairan vesikel |
| Masa inkubasi | 10–21 hari (rata-rata 14–16 hari) |
| Masa menular | 1–2 hari sebelum ruam hingga seluruh lesi berkrusta |
| Kelompok risiko | Anak, ibu hamil, bayi baru lahir, imunokompromais |
Patogenesis
- Virus masuk melalui saluran napas.
- Replikasi di nasofaring dan kelenjar limfe.
- Terjadi viremia primer.
- Virus menyebar ke hati, limpa, dan sistem retikuloendotelial.
- Viremia sekunder menyebabkan lesi kulit.
- Virus menetap laten di ganglion sensorik.
Manifestasi Klinis
| Gejala | Keterangan |
|---|
| Demam | Ringan hingga tinggi |
| Malaise | Umum |
| Ruam | Makula → papula → vesikel → pustula → krusta |
| Gatal | Sangat sering |
| Distribusi | Dominan badan dan wajah, kemudian ekstremitas |
Lesi muncul dalam berbagai stadium secara bersamaan (pleomorphic rash), karakteristik khas varisela.
Diagnosis
Diagnosis Klinis
- Riwayat kontak
- Demam
- Ruam vesikular khas
Pemeriksaan Penunjang
| Pemeriksaan | Kegunaan |
|---|
| PCR VZV | Gold standard |
| DFA | Alternatif |
| Kultur virus | Jarang digunakan |
| Serologi IgG | Menilai kekebalan |
| IgM | Sensitivitas terbatas |
Tata Laksana
Terapi Suportif
| Terapi | Tujuan |
|---|
| Parasetamol | Menurunkan demam |
| Antihistamin | Mengurangi gatal |
| Cairan cukup | Mencegah dehidrasi |
| Kebersihan kulit | Mencegah infeksi sekunder |
Hindari pemberian aspirin pada anak karena risiko sindrom Reye.
Antivirus
| Kelompok | Obat |
|---|
| Anak risiko tinggi | Acyclovir |
| Dewasa | Acyclovir |
| Imunokompromais | Acyclovir intravena |
Antivirus paling efektif bila dimulai dalam 24 jam pertama sejak munculnya ruam.
Komplikasi
| Komplikasi | Risiko |
|---|
| Infeksi bakteri kulit | Paling sering |
| Pneumonia varisela | Dewasa |
| Ensefalitis | Jarang tetapi berat |
| Ataksia serebelar | Anak |
| Hepatitis | Imunokompromais |
| Sepsis | Jarang |
Pencegahan
| Metode | Efektivitas |
|---|
| Vaksin varisela | >90% terhadap penyakit berat |
| Isolasi pasien | Sangat efektif |
| Imunoglobulin VZIG | Pajanan pada kelompok risiko tinggi |
Prognosis
| Kelompok | Prognosis |
|---|
| Anak sehat | Sangat baik |
| Dewasa | Risiko komplikasi lebih tinggi |
| Ibu hamil | Risiko pneumonia dan infeksi kongenital |
| Imunokompromais | Dapat berat hingga mengancam jiwa |
Poin Penting
- Varisela disebabkan oleh Varicella-zoster virus (VZV).
- Penularan terjadi melalui droplet dan kontak langsung dengan cairan vesikel.
- Diagnosis umumnya ditegakkan secara klinis; PCR VZV merupakan pemeriksaan konfirmasi paling akurat.
- Terapi utama pada anak sehat adalah suportif, sedangkan antivirus diberikan pada kelompok berisiko atau kasus tertentu.
- Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit berat dan komplikasi.
Daftar Pustaka
- American Academy of Pediatrics. Red Book: 2024–2027 Report of the Committee on Infectious Diseases. 33rd ed. American Academy of Pediatrics; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Varicella (Chickenpox): Clinical Overview. Updated 2025.
- World Health Organization. Varicella and Herpes Zoster Vaccines: WHO Position Paper. Wkly Epidemiol Rec. 2023.
- Gershon AA, Breuer J, Cohen JI, et al. Varicella-zoster virus infection. Nat Rev Dis Primers. 2023.
- Kimberlin DW, Barnett ED, Lynfield R, Sawyer MH, eds. Red Book Atlas of Pediatric Infectious Diseases. American Academy of Pediatrics.
Leave a Reply